Tugas IPS
BAB II.
Kajian Teori
A.Landasan Teori
1.Arti makanan.
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Cairan dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman, tetapi kata 'makanan' juga bisa dipakai. Istilah ini kadang-kadang dipakai dengan kiasan, seperti "makanan untuk pemikiran". Kecukupan makanan dapat dinilai dengan status gizi secara antropometri Makanan yang dibutuh manusia biasanya dibuat melalui bertani atau berkebun yang meliputi sumber hewan dan tumbuhan. Beberapa orang menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti, daging, telur dan lain-lain. Mereka yang tidak suka memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok mereka.Makanan yang biasa dikonsumsi oleh Manusia Makanan pasti dimakan oleh seluruh manusia di dunia ini.Kebutuhan makanan setiap orang di dunia ini berbeda.Orang yang tinggal di Kutub Utara dan Selatan, membutuhkan banyak makanan untuk membantu menghangatkan dirinya agar suhu tubuhnya tetap normal. Sedangkan bagi orang yang tinggal di daerah tropis, mereka justru membutuhkan banyak minuman dibandingkan dengan makanan.Selera makanan orang di setiap negara pasti berbeda.Jadi, di setiap negara pasti mempunyai makanan khas sendiri.Di Amerika Serikat, rata-rata penduduknya memakan pizza, hamburger dan hot dog sebagai makanan pokok mereka.Sedangkan di Indonesia, rata-rata penduduknya memakan nasi sebagai makanan pokok mereka.Begitupun dengan eropa dan negara-negara lainnya.Jadi dapat dipastikan, bahwa setiap negara mempunyai makanan khas nya sendiri
2.Arti Tubuh manusia.
Tubuh manusia tercipta, tersusun sedemikian rupa sehingga dapat mengatur jika ada sesuatu yang berubah. Pengaturan ini bertujuan agar kehidupan terus berlangsung. Dalam ilmu fisiologi dikenal istilah homeostasis yaitu pengaturan kondisi-kondisi statis atau konstan dalam tubuh. Pada dasarnya semua organ dan jaringan tubuh berfungsi membantu mempertahankan kondisi yang tetap ini. Kondisi yang tetap ini bisa berupa tersedianya bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kehidupan sel atau dikeluarkannya bahan-bahan sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi. Sistem pernafasan . Sistem pernafasan yang dimulai dari hidung/mulut, saluran nafas atas dan paru-paru menjamin tersedianya oksigen yang sangat dibutuhkan oleh metabolisme sel. Di sini juga karbondioksida dikeluarkan melalui hembusan nafas. Oksigen berdifusi masuk kedalam darah dari paru-paru yang diikat oleh eritrosit (sel darah merah). Sistem saraf. Sistem saraf terdiri dari tiga bagian pokok yaitu 1) saraf sensoris, 2) saraf pusat dan 3) saraf motoris. Saraf sensoris berfungsi untuk mengetahui keadaan tubuh dan lingkungannya. Misal saraf sensor di kulit dapat merasakan hawa panas dan dingin. Mata juga merupaka organ sensoris yang membuat seseorang dapat mengetahui gambaran visual tentang lingkungan. Saraf pusat terdiri dari otak dan medula spinalis (saraf di tulang belakang). Otak dapat menyimpan informasi, menghasilkan pikiran, ambisi, emosi dan menentukan reaksi atas apa yang dicetuskan dari sensasi. Sinyal dari saraf pusat diteruskan ke saraf motoris sehingga seseorang dapat mencetuskan keinginannya melalui gerakan anggota tubuh. Terdapat juga sistem saraf otonom yang kerjanya tidak dipengaruhi keinginan. Misalnya saraf otonom pada jantung yang dapat mengatur frekuensi pompa jantung secara otomatis. Sistem hormonal . Hormon dikeluarkan di dalam tubuh dan dipergunakan oleh tubuh sendiri. Misalnya hormon tiroid mengatur kecepatan metabolisme zat makanan. Selain itu hormon juga mengatur kesuburan, pembuangan melalui air kencing, produksi air susu dan pengaturan fungsi tubuh lainnya yang juga sangat penting. (hw) Sistem pencernaan . Makanan dan minuman akan dicerna dalam saluran pencernaan dan kemudian diserap masuk ke dalam darah. Di dalam hati, zat makanan (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dsb) yang telah diserap diubah struktur kimianya menjadi bentuk yang lebih dapat dipergunakan oleh sel. Sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah yang dimotori oleh jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam darah berisi oksigen, zat-zat makanan, enzim-enzim atau hormon-hormon yang diperlukan untuk peoses-proses yang ada dalam tubuh. Dari jantung darah ini dipompakan melalui pembuluh darah arteri.
3.Arti Formalin.
Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal), merupakan aldehida berbentuknya gas dengan rumus kimia H2CO. Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.Formalin bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbon. Terkandung dalam asap pada kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formalin dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formalin dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia. Formaldehida dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri, sehingga sering digunakan sebagai disinfektan dan juga sebagai bahan pengawet. Sebagai disinfektan, Formaldehida dikenal juga dengan nama formalin dan dimanfaatkan sebagai pembersih; lantai, kapal, gudang dan pakaian. Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil. Larutan dari formaldehida sering dipakai dalam membalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan bangkai .Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea, atau melamina, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk kayulapis/tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagai insulasi. Lebih dari 50% produksi formaldehida dihabiskan untuk produksi resin formaldehida. Untuk mensintesis bahan-bahan kimia, formaldehida dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol, yang dipakai untuk membuat cat bahan peledak. Turunan formaldehida yang lain adalah metilena difenil diisosianat, komponen penting dalam cat dan busa poliuretana, serta heksametilena tetramina, yang dipakai dalam resin
fenol-formaldehida untuk membuat RDX (bahan peledak). Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida serta bahan baku pabrik-pabrik resin plastik dan bahan peledak.
B.Hipotesis
1.Hi: Tidak ada pengaruh makanan yang mengandung formalin tehadap tubuh manusia.
2.Ho: Ada pengaruh makanan yang mengandung formalin terhadap tubuh manusia.
C.Rancangan Penilitian
Bab 1
Pendahuluan
I.Latar Belakang Masalah.
Gaya hidup masyarakat yang berubah dan meningkat, khususnya dalam mengonsumsi berbagai variasi produk makanan, menjadi pemicu bagi tindakan spekulasi para pelaku ekonomi produksi makanan. Upaya mendapatkan untung besar dengan biaya minimal dilakukan dengan berbagai cara, terutama dengan menekan biaya produksi dan membuat produk tahan lama. Contohnya penggunaan bahan pengawet seperti formalin. Pemakaian formalin pada bahan makanan, dan pengurangan komponen bahan lainnya, termasuk penggunaan zat pewarna pun bahkan dilakukan dengan sengaja Penggunaan formalin untuk bahan pengawet makanan merupakan pelanggaran terhadap peraturan pemerintah. Karena secara medis, dalam jangka panjang pengonsumsinya dapat menderita penyakit kanker dan gangguan ginjal. Rekomendasi dokter kepada pasien untuk pencegahan dan penyembuhannya antara lain berupa anjuran agar tidak mengonsumsi makanan berpengawet. Guna menghindari efek buruk kesehatan, masyarakat dihimbau untuk tidak membeli atau mengonsumsi berbagai produk pangan berformalin, boraks dan sejenisnya. Sebenarnya kasus penggunaan formalin, boraks dan sejenisnya pada makanan yang beredar di masyarakat sangat mencerminkan kelemahan koordinasi dari dua instansi yang bertanggung jawab menangani peredaran bahan makanan dan minuman. Kedua instansi tersebut, yaitu: Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang bertugas membina industri dan menangani tata niaga; Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang bertugas melakukan pengawasan bahkan penyelidikan langsung sampai ke batas-batas tertentu. Diduga kuat kedua instansi diatas, belum berfungsi optimal dalam menindak produsen pengguna formalin, boraks atau sejenisnya dalam makanan
II.Identifikasi.
Gaya hidup masyarakat yang berubah dan meningkat, khususnya dalam mengonsumsi berbagai variasi produk makanan, menjadi pemicu bagi tindakan spekulasi para pelaku ekonomi produksi makanan. Upaya mendapatkan untung besar dengan biaya minimal dilakukan dengan berbagai cara, terutama dengan menekan biaya produksi dan membuat produk tahan lama. Rekomendasi dokter kepada pasien untuk pencegahan dan penyembuhannya antara lain berupa anjuran agar tidak mengonsumsi makanan berpengawet. Guna menghindari efek buruk kesehatan, masyarakat dihimbau untuk tidak membeli atau mengonsumsi berbagai produk pangan berformalin, boraks dan sejenisnya.
III.Rumusan Masalah.
1.Apa pengaruh makan yang mengandung formalin dengan makan yang tidak mengandung formalin dan apa akibat akibat dari penggunaan formalin yang dislaha gunakan?
IV.Tujuan Penelitian.
1.Mengetahui Kegunaan formalin ?
2.Untuk Mengetahui kekurangan formalin sbg pengawet makanan ?
3.Untuk mengetahui cara menangani formalin ?
V.Manfaat Penelitian.
1.Sbg sumber informasi bagi masyarakat lebih menjaga diri dan mengenal makanan makanan yuang yg baik bagi tubuh apa tidak.
2.Sbg sumber informasi supaya kita juga tidak memandang kekurangan dari formalin formalin tetapi kita juga bis melihat dari kegunaan dari formalin untuk sehari hari.
3.Sbg sumber refrensi bagi pembaca / peniliti lain yg berkaitan dengan formalin.
Read more »
Kajian Teori
A.Landasan Teori
1.Arti makanan.
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Cairan dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman, tetapi kata 'makanan' juga bisa dipakai. Istilah ini kadang-kadang dipakai dengan kiasan, seperti "makanan untuk pemikiran". Kecukupan makanan dapat dinilai dengan status gizi secara antropometri Makanan yang dibutuh manusia biasanya dibuat melalui bertani atau berkebun yang meliputi sumber hewan dan tumbuhan. Beberapa orang menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti, daging, telur dan lain-lain. Mereka yang tidak suka memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok mereka.Makanan yang biasa dikonsumsi oleh Manusia Makanan pasti dimakan oleh seluruh manusia di dunia ini.Kebutuhan makanan setiap orang di dunia ini berbeda.Orang yang tinggal di Kutub Utara dan Selatan, membutuhkan banyak makanan untuk membantu menghangatkan dirinya agar suhu tubuhnya tetap normal. Sedangkan bagi orang yang tinggal di daerah tropis, mereka justru membutuhkan banyak minuman dibandingkan dengan makanan.Selera makanan orang di setiap negara pasti berbeda.Jadi, di setiap negara pasti mempunyai makanan khas sendiri.Di Amerika Serikat, rata-rata penduduknya memakan pizza, hamburger dan hot dog sebagai makanan pokok mereka.Sedangkan di Indonesia, rata-rata penduduknya memakan nasi sebagai makanan pokok mereka.Begitupun dengan eropa dan negara-negara lainnya.Jadi dapat dipastikan, bahwa setiap negara mempunyai makanan khas nya sendiri
2.Arti Tubuh manusia.
Tubuh manusia tercipta, tersusun sedemikian rupa sehingga dapat mengatur jika ada sesuatu yang berubah. Pengaturan ini bertujuan agar kehidupan terus berlangsung. Dalam ilmu fisiologi dikenal istilah homeostasis yaitu pengaturan kondisi-kondisi statis atau konstan dalam tubuh. Pada dasarnya semua organ dan jaringan tubuh berfungsi membantu mempertahankan kondisi yang tetap ini. Kondisi yang tetap ini bisa berupa tersedianya bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kehidupan sel atau dikeluarkannya bahan-bahan sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi. Sistem pernafasan . Sistem pernafasan yang dimulai dari hidung/mulut, saluran nafas atas dan paru-paru menjamin tersedianya oksigen yang sangat dibutuhkan oleh metabolisme sel. Di sini juga karbondioksida dikeluarkan melalui hembusan nafas. Oksigen berdifusi masuk kedalam darah dari paru-paru yang diikat oleh eritrosit (sel darah merah). Sistem saraf. Sistem saraf terdiri dari tiga bagian pokok yaitu 1) saraf sensoris, 2) saraf pusat dan 3) saraf motoris. Saraf sensoris berfungsi untuk mengetahui keadaan tubuh dan lingkungannya. Misal saraf sensor di kulit dapat merasakan hawa panas dan dingin. Mata juga merupaka organ sensoris yang membuat seseorang dapat mengetahui gambaran visual tentang lingkungan. Saraf pusat terdiri dari otak dan medula spinalis (saraf di tulang belakang). Otak dapat menyimpan informasi, menghasilkan pikiran, ambisi, emosi dan menentukan reaksi atas apa yang dicetuskan dari sensasi. Sinyal dari saraf pusat diteruskan ke saraf motoris sehingga seseorang dapat mencetuskan keinginannya melalui gerakan anggota tubuh. Terdapat juga sistem saraf otonom yang kerjanya tidak dipengaruhi keinginan. Misalnya saraf otonom pada jantung yang dapat mengatur frekuensi pompa jantung secara otomatis. Sistem hormonal . Hormon dikeluarkan di dalam tubuh dan dipergunakan oleh tubuh sendiri. Misalnya hormon tiroid mengatur kecepatan metabolisme zat makanan. Selain itu hormon juga mengatur kesuburan, pembuangan melalui air kencing, produksi air susu dan pengaturan fungsi tubuh lainnya yang juga sangat penting. (hw) Sistem pencernaan . Makanan dan minuman akan dicerna dalam saluran pencernaan dan kemudian diserap masuk ke dalam darah. Di dalam hati, zat makanan (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dsb) yang telah diserap diubah struktur kimianya menjadi bentuk yang lebih dapat dipergunakan oleh sel. Sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah yang dimotori oleh jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam darah berisi oksigen, zat-zat makanan, enzim-enzim atau hormon-hormon yang diperlukan untuk peoses-proses yang ada dalam tubuh. Dari jantung darah ini dipompakan melalui pembuluh darah arteri.
3.Arti Formalin.
Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal), merupakan aldehida berbentuknya gas dengan rumus kimia H2CO. Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.Formalin bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbon. Terkandung dalam asap pada kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formalin dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formalin dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia. Formaldehida dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri, sehingga sering digunakan sebagai disinfektan dan juga sebagai bahan pengawet. Sebagai disinfektan, Formaldehida dikenal juga dengan nama formalin dan dimanfaatkan sebagai pembersih; lantai, kapal, gudang dan pakaian. Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil. Larutan dari formaldehida sering dipakai dalam membalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan bangkai .Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea, atau melamina, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk kayulapis/tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagai insulasi. Lebih dari 50% produksi formaldehida dihabiskan untuk produksi resin formaldehida. Untuk mensintesis bahan-bahan kimia, formaldehida dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol, yang dipakai untuk membuat cat bahan peledak. Turunan formaldehida yang lain adalah metilena difenil diisosianat, komponen penting dalam cat dan busa poliuretana, serta heksametilena tetramina, yang dipakai dalam resin
fenol-formaldehida untuk membuat RDX (bahan peledak). Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida serta bahan baku pabrik-pabrik resin plastik dan bahan peledak.
B.Hipotesis
1.Hi: Tidak ada pengaruh makanan yang mengandung formalin tehadap tubuh manusia.
2.Ho: Ada pengaruh makanan yang mengandung formalin terhadap tubuh manusia.
C.Rancangan Penilitian
Bab 1
Pendahuluan
I.Latar Belakang Masalah.
Gaya hidup masyarakat yang berubah dan meningkat, khususnya dalam mengonsumsi berbagai variasi produk makanan, menjadi pemicu bagi tindakan spekulasi para pelaku ekonomi produksi makanan. Upaya mendapatkan untung besar dengan biaya minimal dilakukan dengan berbagai cara, terutama dengan menekan biaya produksi dan membuat produk tahan lama. Contohnya penggunaan bahan pengawet seperti formalin. Pemakaian formalin pada bahan makanan, dan pengurangan komponen bahan lainnya, termasuk penggunaan zat pewarna pun bahkan dilakukan dengan sengaja Penggunaan formalin untuk bahan pengawet makanan merupakan pelanggaran terhadap peraturan pemerintah. Karena secara medis, dalam jangka panjang pengonsumsinya dapat menderita penyakit kanker dan gangguan ginjal. Rekomendasi dokter kepada pasien untuk pencegahan dan penyembuhannya antara lain berupa anjuran agar tidak mengonsumsi makanan berpengawet. Guna menghindari efek buruk kesehatan, masyarakat dihimbau untuk tidak membeli atau mengonsumsi berbagai produk pangan berformalin, boraks dan sejenisnya. Sebenarnya kasus penggunaan formalin, boraks dan sejenisnya pada makanan yang beredar di masyarakat sangat mencerminkan kelemahan koordinasi dari dua instansi yang bertanggung jawab menangani peredaran bahan makanan dan minuman. Kedua instansi tersebut, yaitu: Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang bertugas membina industri dan menangani tata niaga; Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang bertugas melakukan pengawasan bahkan penyelidikan langsung sampai ke batas-batas tertentu. Diduga kuat kedua instansi diatas, belum berfungsi optimal dalam menindak produsen pengguna formalin, boraks atau sejenisnya dalam makanan
II.Identifikasi.
Gaya hidup masyarakat yang berubah dan meningkat, khususnya dalam mengonsumsi berbagai variasi produk makanan, menjadi pemicu bagi tindakan spekulasi para pelaku ekonomi produksi makanan. Upaya mendapatkan untung besar dengan biaya minimal dilakukan dengan berbagai cara, terutama dengan menekan biaya produksi dan membuat produk tahan lama. Rekomendasi dokter kepada pasien untuk pencegahan dan penyembuhannya antara lain berupa anjuran agar tidak mengonsumsi makanan berpengawet. Guna menghindari efek buruk kesehatan, masyarakat dihimbau untuk tidak membeli atau mengonsumsi berbagai produk pangan berformalin, boraks dan sejenisnya.
III.Rumusan Masalah.
1.Apa pengaruh makan yang mengandung formalin dengan makan yang tidak mengandung formalin dan apa akibat akibat dari penggunaan formalin yang dislaha gunakan?
IV.Tujuan Penelitian.
1.Mengetahui Kegunaan formalin ?
2.Untuk Mengetahui kekurangan formalin sbg pengawet makanan ?
3.Untuk mengetahui cara menangani formalin ?
V.Manfaat Penelitian.
1.Sbg sumber informasi bagi masyarakat lebih menjaga diri dan mengenal makanan makanan yuang yg baik bagi tubuh apa tidak.
2.Sbg sumber informasi supaya kita juga tidak memandang kekurangan dari formalin formalin tetapi kita juga bis melihat dari kegunaan dari formalin untuk sehari hari.
3.Sbg sumber refrensi bagi pembaca / peniliti lain yg berkaitan dengan formalin.





