Translate

0 com

Sejarah Musik Ska



SEJARAH MUSIK SKA

Untuk mempelajari kita harus memahami tentang sebuah makna dalam perjalanan waktu.
Begitu halnya dengan sejarah musik ska.Adalah Perang Dunia II yang mengubah segalanya. Kekuasaan Inggris terhadap negara-negara jajahannya runtuh sebelum masa PD II & terpecah belah pada saat pertengahan masa peperangan.Inggris memeberikan kemerdekaan kepada negara-negara jajahannya setelah mendapat tekanan dari pemerintahan kolonial. Pada tahun 1962 Jamaika membentuk pemerintahan sendiri
meskipun masih tetap sebagai negara persemakmuran. Budaya Jamaika & musiknya mulai
terefleksi dalam optimisme baru & aspirasi rakyat yang liberalSejak tahun 40'an Jamaika telah mengadopsi & mengadaptasi berbagai bentuk musik dari Amerika.
Pada saat PD II berakhir, begitu banyak band-band di Jamaika yang memainkan musik-musik dansa.Grup seperti Eric Dean Orchestra dengan trombonisnya Don Drummond & master gitarisnya Ernest Ranglin terpengaruh oleh musisi-musisi jazz Amerika seperti Count Bassie, Erskine Hawkins, Duke Ellington, Glenn Miller & Woody Herman. Ditahun 50'an ketenaran band-band jazz di Amerika digantikan oleh grup-grup yang kecil & cenderung lebih memainkan irama bop/rhythm & blues sound. Musisi Jamaika yang sering berkunjung ke Amerika terpengaruh & membawa pola permainan musik tersebut ke daerah asalnya. Band-band lokal di Jamaika seperti Count Smith The Blues Blaster, Sir Nick The Champ & Tom The Great Sebastian mulai memainkan gaya baru tersebut.
Ditahun 1954, pertunjukan terbesar pertama kali diadakan di kota Kingston tepatnya
di Ward Theatre. Band-band tradisional yang memainkan irama mento-folk-calypso ikut ambil bagian & sering sekali band-band tersebut mengisi acara di hotel-hotel yang ada di Jamaika & seputar pulau tersebut. Pada akhir tahun 50'an pengaruh-pengaruh jazz, R&B, & mento (sejenis musik calypso) melebur menjadi satu bentuk baru yang dinamakan 'shuffled'.Irama shuffled memperoleh popularitas berkat kerja keras musisi-musisi seperti Neville Esson, Owen Grey, The Overtakers & The Matador Allstars. Banyak studio & perusahaan rekaman yang mengalami perkembangan & terus berusaha untuk mencari talenta-talenta baru.The Jamaican Broadcasting Corporation pun ikut membangkitkan semangat kepada musisi-musisi muda melalui siaran acara-acara di radio.
Dua orang yang amat berpengaruh dalam perkembangan musik di Jamaika pada tahun 50'an adalah Duke Reid & Clement Seymour Dodd. Bersama istrinya, Duke Reid memiliki toko 'Treasure Island Liquor' yang berlokasi di jalan Bond (Bond street). Soundsystem Reid dikenal dengan nama 'The Trojan', diambil dari tulisan yang tertera pada truknya. Truk yang biasa digunakan sebagai angkutan barang untuk tokonya. Dodd menamakan soundsystem miliknya 'Sir Coxsone Downbeat' yang diambil dari nama pemain kriket asal Yorkshire, Coxsone. Sepanjang akhir dekade, kedua orang tersebut memimpin persaingan dalam bisnis musik.Walaupun Coxsone lebih dekat dengan 'Ghetto'(perkampungan yang didiami kaum atau kelompok tertentu) Adalah Reid yang dianugerahi sebagai 'King of sound & blues' di Success Club (acara penganugerahan) di tahun 1956, 1957, 1958.
Tahun 1962, saat di mana Jamaika sedang gandrung meniru musik-musik Amerika, Cecil Bustamente Campbell yang kemudian dikenal dengan nama 'Prince Buster', tahu bahwa sesuatu yang baru amat dibutuhkan pada saat itu. Ia memiliki seorang gitaris yang bernama Jah Jerry yang kemudian bereksperimen di musik dengan menitikberatkan 'ketukan 'afterbeat' ketimbang 'downbeat'. Hingga pada saat ini ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop (penukaran irama) khas Jamaika. Ska pun lahir. Soundsystem/studio rekaman pun mulai merekam hasi kerja mereka. Dengan tidak memberikan label pada vinyl (piringan hitam) dengan tujuan agar memperolehkeuntungan diantara para pesaingnya. Sehingga yang lain tidak dapat melihat apa yang dimainkan & 'mencuri' untuk sondsystem mereka sendiri.Perang antar soundsystem pun memuncak hingga pada saat para donatur terancam oleh segerombol orang-orang yang menyebabkan permasalahan. Orang-orang ini dinamakan 'Dance Hall Crashers'. Meskipun fasilitas Mono Recording yang masih primitif, adalah keteguhan hati dari antusiasnya
akan musik ska yang memungkinkan untuk menjadi musik komersil dari Jamaika yang pertama kali.Dan kenyataannya ska dikenal sebagai musik dansa rakyat Jamaika.
Sepanjang tahun 60'an wilayah ghetto di Jamaika dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang mencari pekerjaan. Pada waktu itu amat susah di dapat. Pada awalnya pemuda-pemuda ini tidak tertarik dengan optimisme musik ska. Pemuda-pemuda tersebut menciptakan identitas kelompok sebagai 'Rude Boy' (sebuah trend dikalangan pemuda yang pernah terjadi pada periode awal tahun 40'an)Menjadi 'Rude' artinya menjadi seseorang dimana masyarakat menganggapnya tidak berguna.Gaya dansa ska para Rude Boy memiliki ciri khas tersendiri, lebih pelan, dengan tingkah seakan-akan meninju seseorang. Rude Boy memiliki koneksitas dengan 'Scofflaws'(orang-orang yang selalu menentang hukum) & dunia kriminal lainnya. Hal ini terefleksikan dalam lirik-lirik lagu ska. (catatan: gaya penampilan berpakaian Rude Boy yaitu dengan celana panjang yang mengatung hanya semata kaki). Musik ska sekali lagi mengalami perubahan untuk merefleksikan
'Mood of the rude' dengan menambahkan tensi pada permainan bass yang disesuaikan dengan gaya sebelumnya yaitu 'free-walking bass style'. Banyak yang berbondong-bondong mengadu nasib di kota Kingston untuk memperoleh ketenaran
dalam industri musik yang kemudian beralih menjadi penjual ganja ketika gagal & modal
makin menipis. Banyak pula yang berkecimpung dalam dunia kriminal (tergambar dalam film 'The Harder They Come' yang diperankan oleh Jimmy Cliff ...film ini dipercaya mengisahkan tentang perjalanan hidup Jimmy Cliff)
Dua partai politik yang ada di Jamaika membentuk banser bersenjata. Opini publik pun
mengarah pada penentangan terhadap kelompok Rude Boy & penggunaan senjata api. Peraturan pemilikan senjata api pun ditilik kembali setelah melalui periode dimana kepemilikan senjata diperbolehkan asal tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Siapa pun yang memiliki senjata api yang ilegal, diancam hukuman penjara seumur hidup
Artis & produser mendukung bahkan 'memaafkan' atas prilaku kelompok Rude Boy melalui
musik ska. Dukungan untuk tidak menggunakan senjata api terefleksi dalam lagu-lagu seperti"Lawless street" dari kelompok Soul Brothers, "Gunmen coming to town" The Heptones.Duke Reid memproduseri salah satu grup ska The Rude Boy (shuffling down Bond street)C.S. Dodd pun ikut memproduseri grup muda yang memiliki visi musik mereka sebagai 'rudies' yaitu kelompok The Wailers ( Bob Marley, Peter Tosh, Bunny Wailer).
Prince Buster menemukan seseorang yang memiliki mitos karakter sebagai Rude Boy yaitu
Judge Dread. Lagu "007 Shanty Town" yang dinyanyikan oleh Desmond Dekker adalah sebuah karya cemerlang dalam mendokumentasikan perilaku Rude Boy kedalam sebuah lagu (berhasil memasuki urutan tangga lagu ke 14 di UK Charts)Tema rude boy masih mendominasi sepanjang periode ska, dan popularitasnya memuncak sepanjang
musim panas tahun 1964. Beat ska menjadi lebih lambat & Rocksteady pun lahir. Gelombang ska pertama berakhir pada tahun 1968 (Rocksteady adalah bagian cerita lain: Rocksteady kemudian melahirkan musik Reggae. Popularitas musik Reggae di Inggris di sebarkan oleh Skinhead; kelompok Rastafarian mengadopsi musik Reggae & lirik-lirik lagunya cenderung bertemakan ajaran Rastafari & pandangan Relijiusnya, Reggae pun berkembang menjadi 'Dub','Dancehall', & seterusnya ...& seterusnya ...)
Memasuki gelombang kedua ...sebelumnya marilah kita lihat beberapa sejarah ska lainnya:ditahun 1962, saat di mana Inggris menjanjikan jaminan secara tak terbatas kepada para imigran yang berasal dari negara-negara persemakmurannya, kerusuhan ras pun terjadi. Disaat itu musik ska & Reggae sedang populer. Dibawa dari Jamaika oleh banyak musisi & produser yang ikut berimigrasi, termasuk 'The Trojan' & seorang kelahiran Kuba, Laurel Aitken. Pada tahun 70'an, imej Rude Boy diperbaharui & ter-ekspresi dalam penggabungan 2 jenis musik yang masih tergolong baru di Inggris yaitu Reggae & Punk oleh band The Clash (Rudie can't fail). Antara pertengahan hingga akhir tahun 70'an, band seperti The Coventry Automatics memilih untuk memainkan ska ketimbang Reggae karena menurut Jerry Dammers (pendiri band tersebut), memainkan musik ska lebih mudah & gampang.The Coventry Automatics merubah namanya menjadi The Specials AKA The Automatics, kemudian berubah lagi menjadi The Specials.
Selanjutnya pada tahun 1979 Jerry Dammers mendirikan 2Tone Records. Keinginan Dammers
layaknya seperti Prince Buster di awal tahun 60'an yaitu menciptakan sesuatu yang baru.Hitam & putih menjadi simbol. Lahirlah yang dinamakan dengan 2Tone ska. Logo 2Tone yaitu gambar kartun pria berpakaian jas hitam dengan kemeja putih, dasi hitam, topi 'pork pie',kaca mata hitam, kaus kaki putih & sepatu 'loafers' hitam menjadi logo resmi yang karakternya di beri nama 'Walt Jabsco' (diambil dari nama Walt Disney, pendiri film kartun & Jabsco berarti ganja dalam bahasa slang latin). Diciptakan oleh Dammers sendiri berdasarkan pose Peter Tosh pada sebuah photo awal kelompok The Wailers yang dapat di lihat pada cover album 'The Wailing Wailer Studio One Realease'.Pada saat kerusuhan ras sedang terjadi, & organisasi rasis 'National Front' sedang tumbuh pesat, pakaian hitam putih & band yang anggota nya terdiri dari multi ras, mengetengahkan lagu-lagu yang bertemakan 'unity' disaat negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu rasial. Sama halnya dengan musik ska di Jamaika, situasi yang terjadi pada saat itu terefleksi kedalam lirik lagu, seperti "Racist Friend" The Specials AKA. Band-band seperti Madness, The Beat, The Selecter, The Bodysnatchers & The Specials membuat ska menjadi sesuatu yang segar dengan mengolah nomor-nomor ska klasik dari Prince Buster (Roughrider,Madness, Too hot, dll.) & artis-artis gelombang pertamanya.Band lain yang tidak termasuk 2Tone tetapi berasosiasi dengan gerakan 2Tone adalah Bad Manners. Ada juga persilangan
dengan artis gelombang pertama dengan band 2Tone (Rico Rodriguez adalah pemain trombone yang menjadi additional player pada kelompok The Specials, anak murid dari pemain trombone ternama Don Drummond & sering dipakai sebagai musisi studio do Jamaika)Pada akhirnya Chrysalis Records membeli 2Tone dari Dammers dengan keputusan menandatangani perjanjian kontrak dengan band-band 2Tone lainnya. Termasuk antara lain: The Specials,The Selecter, Madness, Rico Rodriguez, The Swinging Cats, The Friday Club, The Bodysnatchers,The Hisons, JB Allstars, Specials AKA, The Apollonairs, The Beat (di Amerika di kenal dengan nama 'The English Beat' karena sudah ada band yang memakai nama The Beat) & sebuah single dari Elvis Costello. (catatan: single Elvis Costello tersebut berjudul "I can't stand up for falling down" menjadi permasalahan & tidak pernah di jual. Copy lagu tersebutdiberikan secara gratis kepada penggemar Costello pada saat pertunjukannya. Costello
memproduseri debut album The Specials & menjadi guest singer sekaligus produser untuk
single The specials AKA yang berjudul Nelson Mandela 12".Tahun 1985 2Tone label bubar. Dammers mengalami kebangkrutan terhadap perusahaan Chrysalis.Band-band 2Tone mengalami masa popularitasnya dari tahun1978-1985 walau bagaimanapun bukan
hanya 2Tone yang memainkan musik ska. Diantara band-band lainnya adalah The Tigers,
Ska City Rockers, The Akrylykz (dengan Roland Gift pada tenor sax, yang kemudian bergabung bersama mantan anggota The English Beat Cox, & Steele yang belakangan menjadi penyanyi di Fine Young Cannibals), The Employees, The Piranhas, dan masih banyak lagi ... Hal tersebut menutup gelombang kedua musik ska ...pada gelombang ketiga: dengan berakhirnya 2Tone & gelombang kedua, musik ska menjadi sempit namun tidak menjadi musik yang usang. Adalah The Toasters (pernah merilis single dibawah nama 'Not Bob Marley'), Bim Skala Bim, The Untouchables & Fishbone yang menjadikan tradisi dalam mencampur beat ska dengan unsur unsur musik lainnya seperti pop, rock dan beat-beat lainnya.Keberadaan gelombang ketiga musik ska terdiri dari berbagai bentuk dengan mengkombinasikan hampir setiap jenis musik yang kira-kira dapat dikawinkan dengan irama ska. Band-band seperti Jump With Joey, Hepcat, Yebo, NY Ska Jazz Ensemble & Stubborn Allstars tetap bermain pada akar ska Jamaika. Operation Ivy, Voodoo Glow Skulls, Mighty Mighty Bosstones, dll. menggunakan energi punk untuk menciptakan ska-core. Regatta 69, Fillibuster, Urban Blight, dll. tetap
bertahan pada corak Reggae/Rocksteady beat. Punch The Clown, Undercover S.K.A., dll. mencirikan pengaruh dari gaya 2Tone. Yang menarik adalah band asal Florida, Pork Pie Tribes menggabungkan beat ska dengan musik tradisional Irlandia. Hal lain yang lebih menarik adalah grup band The Brownies yang mencampurkan ska dengan apa saja !!
Imej Rude Boy/Rude Girl hadir kembali pada gelombang ketiga, namun kali ini tidak sebagai pemberontak. Tetapi sebagai suporter yang fanatik dengan musik ska. Digelombang ketiga inijuga terdapat hal-hal yang tidak pernah ada pada awal gelombang pertama (beberapa diantaranya ada yang tidak pernah di mengerti) seperti 'Straight Edge' dengan logo 'X' ditangan, boneheads,OI/SKA, Skinhead Against Racial Prejudiced (SHARP's) juga konsep-konsep 'sell outs'.Ada beberapa aspek diantaranya yang belum berubah: ska masih menjadi musik kalangan remaja,setiap pertunjukan ska dapat disaksikan oleh segala umur & tidak terlalu mahal untuk mengakomodasikannya. Disamping itu juga ska masih membentuk beat yang unik & harmonis walaupun digabungkan dengan unsur-unsur musik lainnya. & orang-orang pun masih banyak yang menikmatinya.
Read more »
0 com

“Loud and Proud, All for One N’ One for All”


“Loud and Proud, All for One N’ One for All”

Ex-Steak 17 Jl. A. Yani 348 Pabelan, Solo, JaTeng, Indonesia. dikutip dari ROCK IS NOT DEADSolo - The Solo’s Ska-Reggae Party with More Than 300 attendants, End Up in A District Police Office!!Sabtu, 27 Oktober 2007 adalah saat suatu moment bersejarah di sebuah kota di Jawa Tengah, Solo. Saat pertama kalinya (setelah beberapa tahun vakum, gigs terakhir diadakan tahun 2000) diadakan sebuah acara underground kolektif yang mengusung lagu-lagu beraliran ska dan reggae.Acara monumental yang kontroversial ini diselenggarakan oleh sebuah band ska solo, The Mobster, yang meniatkannya untuk launching album mini mereka yang ditajuki “Sing N Dance”, selain untuk mewadahi daya cipta dan kreasi para pemuda pemudi yang mengaku menyukai hingga membuktikannya dengan membentuk grup band ska dan reggae, jenis musik yang berakar dari Jamaika, yang menyebar ke Inggris, Amerika, Asia hingga Indonesia, mengerucut sampai ke Solo.
Menyuarakan dengan bangga karya ska dan reggae mereka, sing it loudly and proudly.Acara dimulai dengan tampilnya grup band ska dari Solo yang menamai diri mereka “The Suspender”, dengan para personil yang duduk di bangku SMU. Mereka telah berhasil menampilkan karya mereka sendiri selain bernyanyi lagu senior mereka The Specials. Sebelum penampil kedua “Daun 5 Jari” dari Solo memainkan lagu reggae menempatkan diri di atas panggung,
MC acara Melvo berhasil membawa atmosfir semakin panas dari cuaca yang telah panas dengan bersolo nyanyi diiringi gitar dimainkannya sendiri, mengajak semua untuk berdoa bersama dengan berdendang lagu Bob Marley Redemption Song, yang juga pernah dibawakan oleh Joe Strummer of The Clash. Selain itu dia juga memasukkan sedikit hal edukatif yang disampaikan tanpa nada menggurui tentang genre yang berakar dari Jamaika ini serta perkembangannya mengingat karena ska reggae yang berkembang bak jamur di musim hujan, tak banyak yang tahu tentang asal-usul bahkan perkembangannya. Membongkar pola pikir reggae = Bob Marley dan sebaliknya, untuk kemudian menata kembali sesuai apa yang ada di Negara kelahiran Jamaika, meski tak bisa dipungkiri mendapat pengaruh dari Amerika dan Inggris pada awal kemunculannya.
Sementara yang hadir dibuat bergoyang oleh “Daun 5 Jari”, “Home Alone” pengusung lagu ska 2 tone dari Solo menyiapkan diri untuk terus memanaskan dance hall. Sementara itu sebuah grup band skacanda dari Yogyakarta “The Playbois” yang tak lupa berpantun ria sebelum bernyanyi, meneruskan tugas memukau yang hadir dengan salah satu lagu yang dibawakannya, Bengawan Solo dengan versi mereka, ska. Sambung menyambung, tugas dilanjutkan oleh “El Magnifico” dari Solo dengan seorang vokalis perempuan yang magnificent, mengusung musik ska third wave. Partisipan dari Yogyakarta yang kedua dan menyambung di belakang “El Magnifico” adalah “The Gangsters” yang bermain musik ska. Salah satu lagu yang dibawakannya adalah My Boy Lollypop yang dipopulerkan pada awalnya oleh Millie small.Dari banyak grup band yang entah hanya mengaku-ngaku sebagai band reggae Solo, atau memang telah diakui khalayak sebagai band reggae baik secara kualitas bermusik maupun yang lebih dari itu, bisa menjadi tempat bertanya segala hal yang tersangkut paut dengan genre ini, hanya ada 2 grup musik reggae yang mau tampil mendukung scene yang coba dikembangkan di Solo ini, “Daun 5 Jari” dan yang tampil sebagai band yang akhirnya terpaksa menjadi band penutup, “Kalama Soul” dari Solo. Mau tidak mau membuat kita berpikir juga, where are the others? Lalu yang laen ke mana?
Acara yang dirancang nulai jam 17.00 dan diakhiri jam 22.00 ini ternyata baru berhasil dimulai jam 18.30 dan terpaksa diakhiri jam 21.30 dengan sedikit keributan antara polisi yang hadir tak diundang, dengan pihak penyelenggara. Hal ini dipicu oleh jumlah hadirin yang terhormat, yang tanpa disangka dan dinyana berjumlah sekitar 300 orang! , yang tak kuasa dikendalikan berpencar di luar lokasi yang kebetulan sekali langsung jalan utama, yang otomatis sedikit mengganggu kelancaran lalu lintas jalan tersebut. Selain itu lokasi juga merupakan bagian dari pemukiman penduduk, kemudian memicu beberapa orang yang mengaku sebagai warga setempat a.k.a PREMAN KAMPUNG yang ingin membubarkan acara karena dianggap meresahkan warga, ujung-ujungnya penyelenggara dipaksa membayar sejumlah uang pada beberapa orang dari kampung tersebut.Sementara itu, hal yang menjadi pokok permasalahan kekacauan ini diketahui adalah pemilik tempat EX-STEAK 17 PABELAN yang menyewakan tempatnya tanpa ijin keramaian pada kepolisian, bahkan konfirmasi ke warga setempat, tidak mau ambil pusing dengan masalah ini.
Terima kasih pada pemilik EX-STEAK 17 PABELAN ini, akhirnya pihak penyelenggara harus berurusan dengan polisi sektor setempat guna mengurus perijinan, dan ujungnya…bayar lagi.Harus diakui, acara ini adalah acara ska-reggae di Solo pertama yang sensasional. Betapa tidak, siapa yang menyangka massa yang berkumpul ternyata sekitar 300 jiwa!! Ingat!, itu saja belum termasuk para polisi dan orang-orang yang mengaku dari kampung terdekat. Tapi itu ternyata belum terlalu sensasional tanpa menambahkan fakta bahwa band yang paling ditunggu, yang meniatkan acara ini juga untuk promosi album pertama mereka, The Mobster yang kebetulan mendapat urutan terakhir dari sistem undian yang adil sebelumnya, akhirnya malah batal main!! Isn’t it ironic? Karena kalau acara tidak dibubarkan saat itu juga, polisi mengancam penyelenggara akan berurusan dengan poltabes!! Hah…!!!Most of all…great job!! Salute to you guys, telah menyelenggarakan acara ska-reggae kolektif di Solo city. Adalah pembuktian diri dalam keseriusan mengembangkan scene ska dan reggae di kota Solo. Salut untuk The Mobster dan semua pihak yang telah bekerjasama dalam berjalannya acara ini, termasuk para partisipan (band-band ska dan reggae Solo dan Yogyakarta yang sudi melibatkan diri) dan para hadirin yang terhormat yang membayar HTM sebesar 3000 rupiah. ( Contributed by Febri/RIND )
Read more »
0 com

Knight Selamatkan Villa


Tidak salah jika Premier League menetapkan partai antara Aston Villa vs Arsenal yang berlangsung di Villa Park sebagai laga penutup Boxing Day, 26 Desember 2008. Pemirsa sepakbola disuguhi partai sangat seru nan menarik. Setelah sempat tertinggal dua gol, tuan rumah Villa akhirnya berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 (0-1). Adalah tendangan kaki kiri bek tengah Zat Knight yang menyelamatkan pasukan Martin O’Neill dari kekalahan. Hasil imbang ini merupakan kali ketiga yang dialami anak-anak asuhan Arsene Wenger dalam tiga partai yang terakhir.Meskipun gagal mengulangi aksi fantastis di Emirates Stadium, 15 November lalu—Villa unggul 2-0—setidaknya hasil imbang ini kian memperbesar peluang Villa untuk mendobrak dominasi tim-tim elite (the big four). Tambahan satu poin membuat Villa tetap bertengger di peringkat empat besar dengan jumlah 35 poin, hanya kalah selisih gol dari Manchester United, dan unggul tiga angka dari The Gunners.Knight Selamatkan Villa
Di laga paling panas di pekan ke-19 ini, O’Neill melakukan dua perubahan dari skuad yang diturunkannya ketika Villa memukul West Ham United pekan lalu, yaitu memanggil kembali Nigel Reo-Coker dan Knight menggantikan posisi Carlos Cuellar dan Martin Laursen. Yang cukup mengejutkan, dengan absennya Laursen, O’Neill menunjuk Gareth Barry sebagai kapten tim. Di lain pihak, Wenger melakukan tiga pergantian pemain dari skuad saat menjamu Liverpool. Hal ini dilakukan Wenger seiring dengan cederanya kapten tim, Cesc Fabregas dan larangan bertanding terhadap Emmanuel Adebayor. Emmanuel Ebou, Abou Diaby, dan Mikael Silvestre turun sebagai starter. Sebelum laga digelar, Wenger terpukul dengan cedera yang dialami Johan Djourou saaat melakukan pemanasan. Alhasil, posisinya digantikan Kolo Toure.Sejak kick-off dibunyikan pengadil Lee Mason, Villa yang didukung publiknya sendiri tampil agresif. Di menit kelima memanfaatkan tendangan sudut yang dilakukan Barry, Villa mendapat peluang pertama lewat sundulan Steve Sidwell yang masih membentur mistar gawang Manuel Almunia. Lima menit kemudian, giliran Barry yang menyia-nyiakan peluang. Tendangannya meneruskan sundulan Davies justru jauh melenceng dari sasaran.

Di menit ke-15, Villa mendapat peluang terbaik ketika sepakan keras Luke Young memanfaatkan bola rebound tendangan bebas Barry yang membentur pagar betis para pemain The Gunners masih dapat ditip Almunia. Anak-anak asuhan O’Neill kian nyaman menguasai jalannya permainan.Empat menit kemudian, kembali gawang Arsenal terancam. Lewat akselerasi dan aksi dribbling yang memesona, Ashley Young berhasil mengelabui Bacary Sagna. Tendangan kaki kanannya masih dapat diblok Almunia. Bola rebound disambar Steve Sidwell yang datang dari second line. Beruntung bagi tim tamu, William Gallas berhasil memblok sepakan Sidwell. Selamatlah gawang Arsenal dari kebobolan.Villa terus menggempur pertahanan The Gunners. Di menit ke-34, tanpa diduga Ashley Young mengirimkan umpan panjang ke sektor kiri kotak penalti Arsenal. James Milner yang lolos dari kawalan Mikael Silvestre berhasil mencocor bola. Almunia berhasil menyelamatkan gawangnya meskipun bola terlebih dahulu membentur tiang gawang. Dua menit kemudian, tendangan lambung Davies mampu mengalahkan Almunia. Sayang, lagi-lagi bola hanya membentur mistar gawang.Di saat Villa asyik menyerang, Arsenal mencoba keluar dari tekanan. Enam menit menjelang turun minum, Denilson mencoba mendobrak pertahanan Villa dengan melakukan kerja sama dengan Eboue. Reo-Coker bermaksud membuang bola, namun justru membentur kaki Eboue dan bergulir ke dalam kotak penalti Villa. Akibat tak siapnya Milner dan Davies melakukan antisipasi, Denilson berhasil merebut bola dan melancarkan tendangan mendatar lewat kaki kirinya yang tak mampu diantisipasi Brad Friedel. 1-0 untuk Arsenal.Villa tersentak. Di menit ke-42, terjadi ‘penyelamatan abad ini’ yang dilakukan Sagna. Seluruh fans Villa serentak berdiri melihat Agbonlahor memenangkan duel di udara dengan Almunia. Bola meluncur ke dalam gawang Arsenal. Tepat sebelum melewati garis dengan gaya akrobatik Sagna membuang bola lewat tendangan saltonya. Di touchline, O’Neill hanya bisa gigit jari. Skor 1-0 bertahan sampai jeda.
Di awal babak kedua, Villa kembali dikejutkan dengan gerak cepat anak-anak Wenger yang membuahkan gol kedua. Proses gol kali ini terbilang cantik. Dari daerah pertahanannya sendiri, Abou Diaby melakukan akselerasi dan menyodorkan bola kepada Eboue. Bola dikembalikan Eboue kepada Diaby yang tanpa kesulitan menaklukkan Friedel. 2-0 untuk Arsenal. Di saat Barry dkk masih kaget dengan terciptanya gol tersebut, Eboue nyaris mencetak gol ketiga bagi timnya ketika sepakannya masih dapat diselamatkan Friedel.Villa mencoba mencetak gol balasan. Usaha tak kenal lelah yang ditunjukkan Barry dkk akhirnya membuahkan hasil di menit ke-64. Bermula dari umpan panjang Milner yang tertuju kepada Agbonlahor. Di dalam kotak 16 meter, Gallas mencoba menghalau bola, terlambat dan justru membuat Agbonlahor terjatuh. Wasit Mason menunjuk titik putih. Eksekusi Barry sangat mulus. Almunia tak sanggup mengantisipasi sepakan keras kaki kirinya. Skor berubah 2-1 masih untuk Arsenal.Gol tersebut kian membuat anak-anak Villa kesetanan. Sementara, di touchline Wenger dan O’Neill tampak beradu mulut. Setelah diberi ‘wejangan’ oleh Mason, kedua manajer bersalaman. Namun, itu tak mampu menutupi ketegangan di wajah mereka masing-masing, terutama Wenger. Di 10 menit terakhir, Wenger mencoba mempertahankan kemenangan dengan menarik keluar Samir Nasri dan memasukkan bek Gael Clichy. Ketika fourth official mengangkat waktu pertanda empat menit masa injury time, Wenger tak kuasa menahan kegundahannya.Di lain pihak, Barry dkk terus berjuang mencari gol balasan kedua. Upaya yang akhirnya membuahkan hasil begitu injury time memasuki menit pertama. Petrov mengirimkan umpan lambung ke kotak penalti Arsenal. Bola disepak Barry namun mengenai kaki Sagna. Bola rebound mampir tepat di hadapan Knight yang ikut naik membantu serangan. Lewat kaki kirinya, tendangan Knight membuat Almunia tak berkutik. Skor berubah menjadi 2-2 dan tak berubah sampai peluit akhir berbunyi.

Susunan Pemain:
Villa:
Friedel, Reo-Coker (KK), Davies, Knight, Luke Young, Milner, Sidwell, Petrov (KK), Barry (KK), Ashley Young, Agbonlahor (KK).
Arsenal:
Almunia, Sagna, Eboue, Toure (KK), Silvestre, Song Billong (KK, Ramsey), Denilson, Nasri (Clichy), Diaby (KK), Gallas, Van Persie (KK).
Wasit: Lee Mason

Read more »
0 com

Wenger Puji Mantan Anak Asuh


Wenger Puji Mantan Anak Asuh

Duel Newcastle United kontra Liverpool serta Fulham menghadapi Chelsea yang dihelat Minggu (28/12) ini, tentu akan menjadi dua partai yang paling banyak menyedot perhatian pecandu sepakbola Inggris. Terang saja, sebab dua pertandingan tersebut amat berarti dalam menentukan klub mana yang berhak bercokol di puncak klasemen.
Selain kedua partai yang amat menentukan posisi di puncak klasemen tersebut, terdapat pula satu partai Liga Premier lain yang juga menarik atensi penikmat sepakbola. Partai yang dimaksud adalah pertemuan Arsenal menjamu Porstmouth yang akan dilangsungkan di Stadion Emirates.Laga ini menjadi menarik karena telah mempertemukan kembali dua sosok yang dulu pernah bekerja sama.
Ya, manajer Arsenal, Arsene Wenger, pernah melatih manajer Portsmouth, Tony Adams, saat Adams masih aktif membela The Gunners. Bahkan kombinasi kedua sosok ini sempat membuat Arsenal menjadi juara sekaligus merusak dominasi Manchester United di tahun 1990-an.Ditinjau dari berbagai hal, akan wajar jika Wenger dengan Arsenal berpeluang lebih besar mendulang poin dari Portsmouth. Walau demikian, Wenger tak mau terlalu jumawa, serta menyebut Adams sebagai calon manajer yang bagus. “Ia (Adams) akan menjadi manajer yang hebat, dan ia pun memiliki kualitas yang dibutuhkan,” ucap Wenger seperti dilansir BBC.Dan Wenger pun mengingatkan Adams, kalau mantan anak asuhnya tersebut masih harus terus berjuang menempa diri menjadi manajer yang baik. Walaupun telah berpengalaman sebagai kapten tim, bagi Wenger,masih banyak hal yang harus dipelajari oleh Adams.
“Ia adalah pemimpin tim yang hebat, namun terdapat perbedaan (antara menjadi kapten dan manajer). Manajer alami tidak pernah ada, saya tak pernah bertemu dengannya satu pun. Jika ada seorang manajer alami, ia pasti berada di surga,” tambah Wenger.Dan walaupun Adams diyakini akan mendapat aplaus dari para suporter Arsenal, Wenger menegaskan bahwa ia tidak memiliki sentimentil apapun di saat pertandingan “Kami punya satu tujuan: mengalahkan Portsmouth di partai kandang, Minggu ini” tandasnya.
Read more »
0 com

Redknapp incar 2 targer lepas


Dua Target Lepas dari Jangkauan Redknapp


Ada dua sektor yang bakal dibenahi manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp. Yaitu sektor sayap dan lini depan. Karena itu, winger dan striker jadi prioritas Redknapp di bursa transfer musim dingin Januari 2009. Dari dua sektor tersebut, Redknapp telah mengincar dua nama: winger Middlesbrough, Stewart Downing, dan striker Portsmouth, Jermain Defoe.
Awalnya, Redknapp gembira ketika keinginannya untuk menambah amunisi baru di bursa Januari mendapat dukungan dari manajemen klub. Chairman Spurs, Daniel Levy memberi lampu hijau bagi penggunaan kas klub sebesar 15 juta pound atau sekitar Rp 247,5 miliar sebagai fee transfer Downing (Baca: Rencana Pembelian Downing Direstui). “Saya suka dengan Downing. Namun, saya tak tahu apakah Middlesbrough mau melegonya. Jika saya dapat menemukan pemain sayap kiri, saya tentu akan berusaha mendapatkannya. Seorang winger kiri dan striker jadi prioritas kami (di bursa transfer),” tutur Redknapp seperti yang dikutip BBC Sports News.Apa daya, keinginan Redknapp bertepuk sebelah tangan. Chairman Boro, Steve Gibson memblokade langkah Spurs. Dalam arti, Gibson menolak melego Downing, pemain berusia 24 tahun yang telah memperkuat Timnas Inggris dalam 21 caps.
“Boro tidak melihat pentingnya melego pemain terbaik klub kepada salah satu rival tim. Lagipula, jika tim terdegradasi, kerugiannya jauh lebih besar dibanding 15 juta pound,” terang sang sumber dari dalam klub Boro seperti yang dilansir Daily Mail.Kinerja Boro belakangan memburuk, hanya mampu meraih tiga poin dari tujuh pertandingan terakhir atau maksimal 21 angka. Manajer tim, Gareth Southgate berharap Downing—yang sejatinya ingin bermain bersama skuad Redknapp—dapat menyeleraskan sikapnya dengan putusan klub dan membantu mempertahankan status Boro di Liga Premier. “Gareth (Southgate) mempunyai hubungan baik dengan Stewart (Downing). Ia berharap si pemain dapat meniru sikap Gareth Barry ketika keinginannya pindah ke Liverpool menemui kegagalan,” tambah sang sumber.Selain gagal memboyong Downing ke White Hart Lane, Redknapp pun mengakui jika usahanya yang lain meminang striker Pompey, Jermain Defoe, bakal membentur tembok. Kali ini, duit jadi faktor penyebab yang utama. “Saya pikir, mereka (Portsmouth) telah menerima tawaran (fee transfer) yang sangat besar dari tim yang lain. Jadi, selamat bagi mereka. Ia (Defoe) tergolong pemain yang bagus. Akan tetapi, kami tidak akan mengeluarkan dana lebih dari harga yang normal,” tegas Redknapp. Isunya, Manchester City dan Aston Villa menyodorkan fee yang jauh lebih besar dibanding Spurs.
Read more »
0 com

Liga Champions 2008/2009


Babak 16 Besar Liga Champions 2008-09
Bertempat di markas besar UEFA di Nyon, Swiss, Jumat, 19 Desember 2008, digelar drawing atau pengundian jadwal babak 16 besar atau perdelapan final Liga Champions musim 2008-09. Ada 16 tim yang berhak tampil di babak knock-out ini, delapan di antaranya berstatus tim yang menjadi juara grup di babak penyisihan dan delapan lainnya yang menjadi runner-up grup.Sesuai dengan aturan yang berlaku, juara grup akan menghadapi runner-up grup. Dengan pengecualian, aturan itu tidak berlaku bagi tim-tim yang berasal dari kompetisi domestik yang sama atau senegara dan tim-tim yang satu grup ketika menjalani babak penyisihan.Delapan tim yang menjadi juara grup adalah AS Roma, Panathinaikos, Barcelona, Liverpool, Manchester United, Bayern Muenchen, FC Porto, dan Juventus. Sementara, delapan tim runner-up grup adalah Chelsea, Inter Milan, Sporting Lisbon, Atletico Madrid, Villarreal, Olympique Lyonnais, Arsenal, dan Real Madrid.

Setiap tim bakal bertanding dua kali, home dan away. Juara grup mempunyai advantage atau keuntungan, yakni bakal melangsungkan pertandingan (leg) kedua di kandangnya sendiri. Rencananya, leg pertama digelar pada 24-25 Februari 2009 dan leg kedua dua minggu kemudian atau 10-11 Maret 2009.

Berikut jadwal lengkap babak 16 besar Liga Champions musim 2008-09. Tim yang disebut terlebih dahulu berstatus runner-up dan akan menjalani leg pertama di kandangnya masing-masing.

BABAK 16 BESAR
KLUB SKOR (Agg.) KLUB First Leg Second Leg
Atletico Madrid FC Porto 24 Feb 11 Maret
Lyon Barcelona 24 Feb 11 Maret
Arsenal AS Roma 24 Feb 11 Maret
Inter Milan Manchester United 24 Feb 11 Maret
Chelsea Juventus 25 Feb 10 Maret
Villarreal Panathinaikos 25 Feb 10 Maret
Sporting Lisbon Bayern Muenchen 25 Feb 10 Maret
Real Madrid Juventus 25 Feb 10 Maret

Read more »

Geo Clock

Google