Menuai Protes Uskup Besar

Salah satu hari tersibuk bagi umat Nasrani, selain Natal tentunya, adalah Hari Paskah. Begitu pula di ranah Inggris Raya. Ketika Easter datang, umat yang tadinya enggan pergi ke gereja, memaksakan diri datang dan berbaur dengan yang lainnya. Meski demikian, perayaan dan kesibukan tersebut tidak menghalangi Liga Premier untuk menggelar pertandingan.
Sejatinya, sebagian umat Nasrani mengutarakan keberatannya terhadap kebijakan tersebut. Pasalnya, jika laga digelar bertepatan dengan Paskah, bisa jadi umat yang tadinya hendak pergi ke gereja membatalkan niatnya dan tetap tinggal di rumah masing-masing. Sebab, mereka enggan terjebak dalam kemacetan (kekacauan) lalu lintas.
Nah, seperti yang dilansir The Telegraph, sikap keberatan sebagian umat Nasrani kembali muncul. Yang jadi pemicu adalah diundurkannya jadwal di pekan ke-32 antara Aston Villa vs Everton. Laga di Villa Park ini rencananya digelar pada Sabtu (11/4). Namun, dengan dalih partai tersebut dapat nampang di Setanta Sports, maka waktunya diundur menjadi Minggu (11/4) yang notabene bertepatan dengan Paskah. Satu lagi partai yang juga digelar pada hari yang sama adalah pertandingan antara Manchester City vs Fulham yang dimulai beberapa menit setelah laga di Villa Park usai.
Uskup Besar Birmingham, Vincent Nichols, yang diplot menjadi Uskup Besar Westminster termasuk figur senior yang menyuarakan keberatannya atau memrotes jadwal tersebut. Dalam benak Nichols, Liga Premier tak mampu menahan tekanan dari pihak televisi (dalam hal ini Setanta) untuk menyiarkan pertandingan di hari Paskah. Bahkan, Nichols menuding kebijakan tersebut bakal membuat “chaos” ribuan jemaat yang hendak datang ke gereja. Sebagai bukti protes digelarnya laga Villa vs The Toffees, Nichols membuat surat terbuka kepada Richard Scudamore, Chief Executive Liga Premier, dan juga pihak Setanta.
Sikap Nichols didukung jemaat Gereja Aston Parish yang dipimpin Dr Andrew Jolley. Mereka khawatir jadwal tersebut bakal membuat keadaan “chaos” seperti yang terjadi tiga tahun lalu. “Kami pikir, itu (jadwal) tidak akan terulang kembali. Namun, tampaknya, pekan ini kami akan menghadapi kondisi chaos yang sama,” ujar jemaat gereja tersebut yang memperkirakan sedikitnya seribu orang yang hendak mengikuti Paskah bakal terhalang dengan kemacetan lalu lintas.
Sebenarnya, setelah berdiskusi dengan sejumlah grup jemaat gereja, Setanta dan Liga Premier mempercepat jadwal laga tersebut setengah jam dari jadwal semula, menjadi pukul 14.00 waktu setempat dengan maksud mereduksi kepadatan lalu lintas. Namun, apa daya, hal itu belum cukup memuaskan jemaat dan petinggi gereja. Akhirnya, mereka pun menuding pihak televisi (Setanta) dan Liga Premier “tidak mempedulikan” makna dan kepentingan Hari Paskah.
Di lain pihak, Liga Premier dan Setanta tetap berkeyakinan pengunduran jadwal laga Villa vs Everton—yang kemudian dipercepat setengah jam—tidak akan mengganggu (menghalangi) umat Nasrani yang akan merayakan hari Paskah di tempat yang berdekatan dengan stadion.






0 komentar:
Posting Komentar