Translate

Memahami Apakah Musik Underground itu


Memahami underground

Peristiwa berdarah saat launching album Beside bertitel Againts Yourself’ Sabtu 9 Februari 2008 di AACC,Bandung, yang menewaskan 11 orang ABG membuat komunitas underground makin tersudut.Peristiwa itu seolah menjadi bom waktu buat komunitas underground yang sejak awal selalu diberikan label negatif, salah satunya adalah musik setan. Entah siapa dan apa penyebabnya sehingga komunitas musik underground begitu dibenci. Setiap peristi wayang terjadi dalam penampilan band-band underground, komunitas ini selalu dikaitkan.Perlakukan ini jelas tidak adil. Jika dibandingkan dengan musik aliran lain, komunitas underground lebih berani mengeluarkan karakteristiknya, baik dalam bermusik maupaun kehidupan sehari-hari.
Inilah yang membuat minuman keras dan narkoba lebih mudah diidentikan terhadap komunitas underground.Padahal, sisi negatif, termasuk tewasnya penonton, tidak melulu menjadi milik komunitas underground.Komunitas-komunitas lain seperti dangdut, pop dan cinta juga mengalami hal ini. Ingat, sejumlah penonton yang hadir dalam konser Ungu dan Sheila on 7 juga tewas.Yang menjadi tidak adil, kejadian pada band-band tersebut langsung dilimpahkan ke panitia, sedangkan Ungu dan Sheila on 7 tetap jadi idola hingga kini. Sedangkan kasus yang terjadi di AACC, Bandung, tidak hanya menyeret panitia, band yang bersangkutan bahkan komunitas underground ikut-ikutan jelek.
Yang patut disayangkan, banyak sekali masyarakat yang menilai buruk komunitas underground tanpa tahu sejarah terbentuknya komunitas ini. Underground adalah idealisme dalam bermusik ditambah dengan nilai-nilai perfeksionis didalamnya.
Di luar negeri, komunitas underground dipercaya lahir sejak tahun 1960-an yang identik dengan aliran psychedelic music dengan punk rock, hardcore, hip hop, alternative rock, black metal dan death metal, hadir sebagai pengikut.
Band-band aliran psychedelic music sendiri adalah MC5, The Litter, Iron Butterfly. Yang perlu dicatat,band-band legendaris seperti The Beatles, Strawberry Alarm Clock, Pink Floyd, Sopwith Camel hingga The Doors juga memainkan teknik psychedelic music, hanya lebih ringan. Sedangkan di Indonesia, embrio musik cadas ini diberikan oleh band-band rock era 70-an seperti God Bless,Gang Pegangsaan, Gypsy, Giant Step, Super Kid, Terncem, AKA/SAS, dan lainnya.Tahun 1980-an, musik underground melalui aliran thrash metal merajai dunia. Pionirnya adalah Slayer,Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kuatnya gelombang thrash metal membuat musisi Indonesia seperti mempunyai kiblat baru. Band-band seperti Sucker Head, Roxx, Commotion Of Resources, Painfull Death, Rotor, disebut sebagai pelopor underground Indonesia.Belakangan, muncul band-band underground yang lebih ‘menjual’ seperti Koil, Betrayer, Tengkorak hingga Getah.Musisi underground pun tidak harus selalu diidentikkan dengan kekerasan atau sejenisnya. Contohnya adalah gitaris cantik Prisa. Cewek yang jago main gitar ini merintis karir bermusik dengan beberapa band
beraliran metal, seperti Zala dan Deadsquad. Namun, Prisa, yang juga memperkuat band Morning Star, akhirnya mengawali ketenarannya dengan J-Rock,band plagiat musik Japanese Rock, L’arc en Ciel. Namun, Prisa sempat kembali menjadi musisi underground
dengan memperkuat band Metal Killed by Butterfly di bazzar SMUN 2 Bandung.(Rizky DP)

0 komentar:

Geo Clock

Google