The Underground
Pertemuan dengan Mania Rockers di Surabaya
Sekitar 5-6 bulan yang lalu, seperti biasanya saya siaran rutin 2 mingguan di RRI Surabaya sebagai Nara Sumber untuk bidang Komunikasi Universal,
tiba-tiba saya dijemput oleh seorang teman, salah satu pegawai RRI yang bertugas bagian acara musik untuk di ajak ke sebuah ajang Festival Musin Rock Surabaya.
"Lho ada apa ini ?", tanya saya setengah kaget juga, bagaimana tidak proses penjemputannya seperti proses penculikan Sukarno oleh para pemuda di Rengas Dengklok di masa-masa menjelang kemerdekaan tahun 45 itu he..he..
"Sudahlah..ikut saja" kata pegawai RRI itu, saya sudah kenal baik sekali sama orang yang menjemput saya ini, sehingga tidak ada kecurigaan juga dan kemudian saya ikuti dia.Masuk ruangan keluar ruangan, kemudian naik tangga ke lantai 3, sampailah saya di sebuah audotorium yang hampir tidak beda dengan gedung bioskop dengan posisi di depan adalah panggung yang waktu itu terisi beberapa peralatan musik dan juga sekaligus sebuah Group Band sedang memainkan musik cadasnya... Rambut gondrong dan panjang-panjang tampak dimana-mana... (cewek sih yang terlihat awalnya..he..he..) sementara yang cowok meski berambut panjang tampak lebih rapi...dengan model pakaian yang bermacam-macam, celana jins sobek di lutut itu sudah biasa, celana jins yang di cat, rambut yang dicat, dengan model punk, dll.."Wuih..asyik juga..." jadi mengingatkan komunitas saya di era 85-90 an ketika dunia saya juga sama seperti dunia mereka.."Ini pak huttaqi, akan memberikan sambutan atas terselenggaranya Apresiasi Ajang Musik Rock di Surabaya !!" gelegar teriakan dari pembawa acaranya..
"Lho ..apa-apaan ini tanya saya ?!" ya bingung juga, setengah kaget setengahnya gak kaget juga...Tanpa basa-basi punggung saya di dorong untuk naik ke atas panggung diiringi suara tepuk tangan yang membentuk musik tersendiri..Kegaduhan yang semula hiruk pikuk kacau balau, gundah gulana (eh..bhs yang ini gak cocok ini..he..he..) seolah tercekik seketika ketika saya sudah di atas podium dan memegang mic, semua senyap mendadak. Saya katakan "Perlu diketahui, saya di sini gak akan nyanyi !", ggggrrr......kata penontonya tertawa, sambil saya manfaatkan lirak sana lirak sini mencoba untuk membaca situasi dan kondisi serta komunitas apa yang sedang saya hadapi sekarang ini..Mereka para mania rockers, dengan model baju, rambut yang bermacam-macam, sangar2 juga model preman he..he kemudian saya melanjutkan buka suara,"Tetapi memang sudah waktunya" saya katakan,"Surabaya punya musik Rock yang berkualitas, bukan hanya mabuk dan tawurannya yang terkenal, tapi keahlian memainkan nada-nada, beat-beat musiknya, speednya, skillnya dan semua yang ada pada diri kalian semua, keluarkan dalam potensi musik yang bersih. No Drugs, No Wars, No hal -hal negatif yang lainnya...""Sudah waktunya musik Rock kembali bergelora di Surabaya, dan sudah waktunya Surabaya kembali menjadi Barometer musik Rock di Indonesia !!! ""Terima kasih !", Huiiiiii......whooooooo......ooooaaaaaaa........
Teriakan-teriakan masih membahana ketika saya turun dari panggung dengan komunitas musik cadas yang memang beringas...Jabat tangan erat saya pada MC nya seorang yang berambut panjang, cakep (sayang cowok..he..he..) yang dikemudian hari baru tahu saya bahwa dia adalah Pimpinan dari group band alternatif yaitu PLAT -L dan dia juga selaku Koordinator sebuah perkumpulan band-band musik Rock di Surabaya yang mereka namakan dengan nama NO WARS !!.Selang sebulan kalau saya gak salah sejak peristiwa itu, terdengar berita yang unik, bahwa mas Iyus (Pimpinan PLAT-L ) yang juga koordinator perkumpulan No WARS, berkeinginan untuk mengadakan pengajian di komunitas mereka. PENGAJIAN !!! kataku dalam hati, Iya gak salah...p-e-n-g-a-j-i-a-n .....katanya Saya kemudian bershilaturrohmi ke rumah beliau di Surabaya di daerah Wonorejo, saya bawakan beberapa buku tulisan huttaqi, "Perjalanan Menuju Kebenaran dan Pertemuan 2 Lautan" dan kemudian terlibatlah kita dengan pembicaraan santai tapi manfaat.Dia bercerita apa itu No Wars !!,Singkatan dari Nice Organizer : WARS nya adalah singkatan dari Wadah Aspirasi dan Apresiasi Rockers Surabaya.
Yang No Wars juga memiliki arti , Anti terhadap Peperangan dan Kekerasan, cinta Damai dan bersih dari obat-obatan, No Drugs.Sungguh semangat dan idealisme yang tidak bisa dipandang sebelah mata saja.
Ada 15 group Band Rock Muda sebagai pelopor No Wars ! dengan idealisme mereka, cita-cita mereka yakni :
1. Mengembalikan Surabaya sebagai Barometer Musik Rock di Indonesia,
2. Menghidupkan kembali musik Rock dan Metal
3. Menghidupkan kembali pemusik-pemusik yang sebenarnya memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan
Mereka memiliki Visi dan Misi yakni :
1. Menggugah kembali kepada pihak terkait muali produser rekaman, peminat musik rock, dan semuanya untuk menunjukkan bahwa musik Rock bukanlah musik hura-hura yang tidak berkualitas, melainkan mengedepankan soal skill, teknik, harmonisasi, speed dan power.
2. Mereka melalukan juga pendidikan pengembangan bakat bagi para muda yang berminat terhadap musik Rock
3. Meningkatkan Profesionalisme band
4. Membangkitkan kejayaan musik Rock di Indonesia lagi
5. Menyambung tali shillaturrohmi diantara para pemusik Rock dan para peminat Rock dari berbagai jaman.
Sekarang ini mereka sudah beranggotakan hampir 100 group band yang terseleksi dengan 50 band yang terbagi atas beberapa jenis musik seperti Plat L (Progresive), Jendral (Speed Metal), King of Sleep (Megadeth), Kamehame (Metalica) Century (Helloween), Peddle Rock (Trash Metal), White Angel (Heavy Metal), Dewa Ruci (Speed Metal) dan masih berbagai jenis musik lagi termasuk Punk, Grunge, dll.
dan 50 Group band lagi adalah mereka yang beraliran UNDERGROUND dengan jenis-jenis seperti Gothic, Black harmony, Black Metal, Death Metal,dll.
Lama tak terdengar bagaimana kelanjutan rencana pengajian setelah pertemuan itu, dan saya sudah disibukkan oleh perjalanan keliling tanah air seperti biasanya.
Barulah 1 minggu lalu, ketika saya berada di Ambon sedang memberikan pengajian, mas iyus (Plat L) dan pak Didik (dari RRI), menginformasikan bahwa Pengajian untuk para Mania Rocker jadi untuk diadakan...
Kapan itu ? tanya saya
Hari Kamis : tanggal 4 Nopember
Tempat di : Jl. Wonorejo Gang IV Surabaya
Base camp dari No Wars.
Saya pertimbangkan waktunya dan kemudian saya iyakan...
"Baiklah, Insya alloh saya akan hadir di sana"
Dan kemaren setelah dari Ambon kemudian ke Jakarta dan setelah saya balik lagi ke Surabaya, saya bertemu secara langsung dengan mereka dan mereka benar-benar sudah siap dengan acara pengajiannya. Tidak tanggung-tanggung, selama bulan puasa ini mereka tidak terputus untuk sholat tarawih bersama..Kemudian mas iyus Plat L juga sempat bercerita ...lucu,"beberapa teman dari Punk Rock yang bajunya gak karu-karuan, sobek sana sobek sini, dengan rantai di tangan dan di baju sebagai penghiasnya, rambut di cat model mohawk, kemaren saya datangi",
"oh ya ?" kata saya
Dia mengangguk kemudian melanjutkan ceritanya,
"Kamu semua saya undang" katanya,
"diundang acara apa nih mas ?!"
"PENGAJIAN !"
Haaaaa....?!?!?!
Mereka terbengong-bengong dan kemudian tertawa ngakak...
"Ha..ha..ha.. masak iya mas saya datang ke pengajian ?!?,
udah gak punya pakaian yang pantas lagi....
adanya ya kayak gini, dan saya buat model rambut ini juga habiskan uang banyak, masak saya harus berbenah rambut cuman semalam terus saya ubah lagi ngepunk ???"
Mas iyus menjawab "Udah..tenang aja" yang penting kamu mau datang pengajian, pakaian biar kayak gini aja gak papa, rambutmu juga biarin aja. Yang penting datang ya !"
Mereka mengangguk terbersit rasa senang juga boleh datang ke pengajian dengan pakaian dan rambut yang model gitu..he..he..Mas Iyus terus gerilya mendatangi mereka satu persatu dan mengajak mereka untuk datang ke pengajian...Alhamdulillah, paling tidak kalau dari masing2 band yang ada di No Wars bisa hadir meski cuman 2 orang aja tiap band nya, berarti sudah ada 100 orang yang akan hadir, dengan berbagai macam model rambut, baju dan aksesorisnya he..he..Kemudian saya katakan pada mas iyus,
"Mas ...Judul Pengajian kita kali ini adalah "MUSIK JALAN MENUJU TUHAN" "
sampaikan pada mereka, sistemnya dialog interaktif, mereka boleh tanya apa saja, asal saya bisa jawab akan saya jawab.Moga-moga ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk menyentuh cahaya sang Maha Benar...Biar mereka juga tahu dan menyadari, bahwa mereka para Rockers Mania bukanlah orang yang jauh dari agama,melainkan tetap ada di dalam genggaman agama dan tetep ada di dalam rengkuhan cahaya sang Ilahi Doa dari semua yang tergerak hatinya sangat saya harapkan,demi kemanusiaan,
dan demi generasi muda Indonesia negara yang kita cintai ini.
Semata-mata demi mengharap Ridho Alloh di bulan yang penuh berkah ini...
Semoga ada perubahan positif yang terjadi pada diri mereka dan terutama pada hati mereka..
salam persaudaraan






0 komentar:
Posting Komentar