Carra Tak Benci MU
Rivalitas Liverpool kontra Manchester united (MU) adalah bumbu menarik Liga Premier. Kedua tim memiliki sejarah hebat di sepakbola Inggris, dan terkadang berimbas pada kebencian di kalangan pemain pada kubu lawannya. Musim ini, perseteruan tersebut makin menarik karena kedua klub menempati dua posisi teratas Liga Premier.Belum lama ini, manajer kedua kubu bahkan sempat semakin sengit. Manajer Liverpool, Rafael Benitez, sempat melontarkan tudingan pada Alex Ferguson bahwa rivalnya tersebut bebas melontarkan kritik tanpa perlu takut pada sanksi. Ferguson tak tinggal diam, ia kemudian membalas menyindir Benitez dengan mengatakan kalau kata-kata sang Spaniard tak berdasar sama sekali (Baca: Fergie Balas Kritik Benitez).Walau demikian, perseteruan tersebut tidak sampai menjangkiti bek The Reds, Jamie Carragher. Dengan santai, wakil kapten Liverpool ini berkata kalau dirinya sama sekali bukan sosok yang membenci MU.“Saat bocah saya adalah seorang Evertonian (fans Everton), namun saya tak pernah membenci MU. Saya selalu menaruh hormat pada mereka. Seperti kami, mereka adalah klub yang baik, dan mestinya mereka dihormati oleh pihak-pihak lain,” tutur Carragher kepada The Guardian.Menurut Carra (panggilan akrab Carragher), klub yang agak sombong bukanlah MU, melainkan Chelsea. “MU bukanlah klub yang besar kepala. Menurutku, justru Chelsea yang seperti itu, atau pernah seperti itu di masa lalu,” imbuhnya.Liverpool sendiri musim ini masih berpeluang menggenggam kembali gelar penguasa Liga Inggris. Toh, banyak pengamat yang mengatakan kalau pasukan Benitez akan kesulitan menggapainya karena mereka minim pengalaman. Soal ini, Carragher tidak setuju.“Kami nervous? Saya kurang yakin. Saya tidak akan bertindak seraya berkata tidak, sebab saya tidak pernah berada di sini sebelumnya. Ini baru Januari. Sungguh memalukan, bahwa kami baru sekali menduduki posisi ini saat masih ditangani Gerrard Houllier,” ucapnya.Bagaimanapun, andai musim ini Liverpool gagak kembali merajai Inggris, Carragher berpendapat kalau timnya telah mengalami banyak kemajuan, dan hal tersebut harus terus berlanjut.“Kami akan berjuang demi gelar di tiap musim. Kami mungkin tidak memenangkannya (Liga Premier), namun kami berada di sini (peringkat kedua). Ini adalah pencapaian minimum, tidak untuk berjuang demi peringkat empat,” tegas bek 30 tahun ini.Ia menandaskan: “Semua orang harus memiliki keyakinan sekarang, serta berpikir: kami dapat melakukannya!”






0 komentar:
Posting Komentar