Translate

Bennett Ungkap Skandal Kartu Kuning


Kartu kuning dan kartu merah adalah bentuk hukuman yang tentunya bakal dihindari semaksimal mungkin oleh seorang pemain tatkala tampil di lapangan hijau. Namun, bagi sejumlah pemain, memperoleh kartu kuning justru bakal jadi ‘bonus’, ia dapat beristirahat dalam partai tertentu karena jumlah kartu kuningnya telah mencapai kuota yang membuatnya otomatis berstatus suspended atau dilarang bertanding.
Sebelum kompetisi musim lalu berakhir, striker Chelsea, Didier Drogba, pernah mengungkap rahasia tersebut. Artinya, striker Timnas Pantai Gading itu secara sengaja merekayasa mendapatkan kartu kuning dari sang pengadil di lapangan hijau. Alasannya, aku Drogba, seperti yang tertuang dalam otobiografinya yang berjudul C’etait Pas Gagne, ia ingin beristirahat (Baca: Otobiografi Drogba Tuai Kontroversi).
Hal lainnya yang menjadi ‘hikmah’ dari bentuk hukuman tersebut adalah waktu liburan yang lebih banyak bagi si pemain yang mendapat skorsing larangan bertanding. Biasanya, kiat di atas dilakukan sejumlah pemain tatkala kompetisi memasuki jadwal padat seperti saat memasuki Natal dan Tahun Baru. Mau lebih lama liburannya, si pemain pun punya kiat jitu, mendapatkan kartu merah langsung (bukan kartu merah hasil akumulasi kartu kuning). Ganjaran kartu merah secara langsung otomatis membuat si pemain bakal absen dalam tiga partai berturut-turut.Nah, kini klaim Drogba mendapat dukungan atau pembenaran dari salah satu wasit top Liga Premier Inggris, Steve Bennett. Di sela-sela kegiatannya menghadiri pertemuan para wasit UEFA di Hotel Torrequebrada, Benalmadena, Malaga, Spanyol, Bennett—pengadil kelahiran Farnborough, Kent, berusia 47 tahun, yang tadi malam menjadi pengadil di laga Blackburn Rovers versus Aston Villa—mengungkapkan kiat tipu muslihat kartu kuning tersebut kepada News of The World.Dalam pengakuan Bennett—resmi menjadi wasit Liga Premier sejak 1999—kiat seperti itu telah lama dipakai sejumlah pemain bintang, utamanya atau sebagian besar adalah pemain non-Inggris, menjelang Natal tiba. Menurut News of the World, Komisi Wasit atau PGMO berencana akan meminta keterangan dari Bennett soal pernyataannya tersebut. “Komentar-komentar tersebut tidak mencerminkan opini atau pendapat dari PGMO (Komisi Wasit). Namun, kami tetap akan meminta keterangan dan penjelasan dari Steve Bennett,” ujar juru bicara PGMO.
Dengan dalih praduga tak bersalah dan legal, dalam artikelnya, News of the World memutuskan tidak memuat nama-nama pemain yang dimaksud Bennett. Meski demikian, News of the World mengklaim mempunyai bukti percakapan Bennett dengan reporternya.
Dalam salah satu pernyataannya, Bennett membenarkan jika seorang pemain—termasuk pemain bintang yang fee transfernya jutaan pound—yang telah mendapatkan empat kartu kuning meminta dirinya untuk mengeluarkan kartu kuning serupa dengan maksud pemain yang bersangkutan dapat absen dalam partai tertentu.Lebih jauh, Bennett pun mengungkap, jika seorang pemain bintang lainnya, disebut-sebut mempunyai gaji di atas 100 ribu pound per pekan juga meminta agar ia mengeluarkan kartu kuning kepadanya dengan maksud si pemain yang bersangkutan dapat absen saat tim menjalani partai Boxing Day, pertandingan sehari sesudah Natal yang menjadi tradisi di Liga Premier.


0 komentar:

Geo Clock

Google