Portsmouth Pecat Adams

Lidah memang tak bertulang. Sepekan lalu, Executive Chairman Portsmouth, Peter Storrie, menjamin bahwasanya pihaknya dalam waktu dekat tidak akan mendepak Tony Adams dari jabatannya sebagai manajer tim. Hal itu ditegaskan Storrie menyusul kian gencarnya spekulasi pemecatan Adams paska-kekalahan yang diderita Sol Campbell dkk saat bertandang ke Craven Cottage, markasnya Fulham, Sabtu (31/2) lalu (Baca: Pompey Masih Percayai Adams).Namun, siapapun tahu, tidak ada yang pasti dalam dunia sepakbola. Karena itulah, seperti yang dilansir berbagai media massa Inggris, sehari sesudah kegagalan meraih poin saat menjamu Liverpool di Fratton Park, Sabtu (7/2) malam, tampaknya pemilik klub, Alexandre Gaydamak telah hilang kesabarannya melihat buruknya rapor Pompey yang baru memetik dua kali kemenangan dalam 15 partai semenjak ditangani Adams per 28 Oktober 2008 lalu. Alhasil, kontrak Adams diputus alias dipecat.Menurut Daily Mail, Adams, mantan bek tangguh Arsenal dan Timnas Inggris yang kini berusia 42 tahun, tidak ngeh dengan putusan tersebut sebelum Storrie menghubunginya lewat telepon genggam. Rencananya, klub bakal memberikan konferensi pers terkait konfirmasi pemecatan Adams pada Senin (9/2) pagi waktu setempat atau Senin sore WIB.Direktur Akademi Klub, Paul Hart digadang-gadang bakal ditunjuk untuk menjadi caretaker manajer. Spekulasi yang hangat beredar, Portsmouth sedang menimbang tiga nama kandidat suksesor Adams. Mereka adalah mantan manajer Chelsea, Avram Grant, mantan manajer West Ham United, Alan Curbishley, dan mantan pelatih Timnas Inggris yang kini sedang menangani Timnas Meksiko, Sven-Goran Eriksson.Diyakini keputusan drastis yang diambil Gaydamak disebabkan kekhawatirannya terkait prospek penjualan klub di akhir musim. Gaydamak sadar betul, jika Portsmouth sampai tersingkir dari premiership atau terdegradasi ke divisi championship, maka upayanya untuk melego klub bakal menemui kendala yang sangat besar.Kekalahan dari pasukan Rafael Benitez membuat posisi Portsmouth hanya tinggal berjarak satu angka dari zona degradasi. Kekalahan itu pun membuat Adams tercatat sebagai manajer terburuk sepanjang sejarah klub: hanya meraih empat kali kemenangan dari 22 pertandingan, dan dua di antaranya kemenangan dari 16 laga di Liga Premier. Catatan buruk itu pun membuat posisi Pompey terjun bebas sebanyak delapan strip, dari semula menempati peringkat kedelapan ketika ditinggalkan Harry Redknapp, menjadi peringkat ke-16.






0 komentar:
Posting Komentar