Translate

Isolani, Menyibak Jalan ke Eropa


Fantastis! Mungkin tidak ada yang menyangka klub segemerlap Juventus takluk di tangan “anak-anak pulau” (Isolani). Tapi hasil di atas lapangan rumput berbicara demikian. Cagliari di luar dugaan menundukkan Juventus yang tampil di kandangnya sendiri, Stadio Olimpico Grande, Turin, Sabtu (31/1).Kemenangan di giornata 22 itu merupakan kemenangan pertama Cagliari di Turin dalam rentang waktu 41 tahun. Jika bicara politis, kemenangan itu sangat istimewa lantaran bisa disamaartikan dengan kemenangan orang-orang (Italia) selatan atas utara. Kemenangan sosialis atas kapitalis.Terlepas dari itu, perjalanan Cagliari di tahun 2009 mengundang decak kagum. Menggasak Lazio dan kemudian Juventus di kandang lawan, Cagliari meraup 13 dari 15 poin yang tersedia. Otak di balik layar, Massimiliano Allegri tak pelak mendapat sanjungan. Pelatih debutan di Serie A ini emoh terperangkap kesombongan.“Sejujurnya saya tidak menyangka para pemain membuat saya sangat bangga,” papar Allegri, 41 tahun, kepada Channel 4. “Kepercayaan diri kami terangkat. Skuad ini dipenuhi pemain muda, sama seperti saya. Jadi, kesalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan namun kami berusaha memperbaikinya.”

Jika dilihat ke belakang Cagliari merupakan salah satu tim yang terlambat meraih kemenangan di Serie A musim ini. Sampai giornata keenam, Cagliari belum satu pun meraih poin. Keputusan Presiden Klub, Massimo Cellino yang mengangkat Allegri, yang terakhir membawa Sassuolo naik ke Serie B, untuk menggantikan Davide Ballardini di awal musim pun menuai kritik.Tapi setelah berhasil menahan imbang AC Milan di Stadio Sant’Elia, Cagliari bangkit seutuhnya. Klub tanpa pemain bintang ini hanya terjungkal tiga kali sesudahnya—dari Genoa, Catania dan AS Roma—dan 10 kali mendulang kemenangan. Terakhir, empat kemenangan berturut-turut. Posisi pun terdongkrak. Dari penghuni zona degradasi, Cagliari kini menduduki peringkat ketujuh di klasemen.Bisa dikatakan posisi mereka untuk berlaga di Serie A musim depan aman. Dan, impian menuju ke kancah Eropa mulai tersibak. Klub yang juga berjuluk Rossoblu ini hanya terpaut satu tingkat dari peringkat Europa League, atau satu poin saja dari Fiorentina. Terlalu dini dan muluk memang, tapi bukan perkara mustahil.Rahasianya, “Etos kerja keras dari para pemain. Mereka bekerja sangat keras dan berkorban untuk tim. Jangan lupa, kami mulai jauh dari (zona) degradasi dan memperlihatkan kekuatan. Kami juga memiliki kualitas hebat yang kami akan manfaatkan meraih poin sebanyak-banyaknya, Kerja keras dan berdoa," pungkas Allegri, sesuai motto orang-orang Italia selatan!

0 komentar:

Geo Clock

Google