Translate

Kembali Terpuruk, Redknapp Kecewa

Lampu kuning menyala di White Hart Lane. Untuk keempat kalinya secara berturut-turut, Tottenham Hotspur gagal meraih satu poin pun saat menyambangi kandang lawan. Dimulai saat bertandang ke St James Park, Minggu (21/12) lalu. Tuan rumah Newcastle unggul 2-1 (1-1). Lalu, giliran West Bromwich Albion yang membekap Spurs 2-0 (0-0), Minggu (28/12). Kemudian, Spurs harus mengakui keunggulan Wigan Athletic 0-1 (0-0) di JJB Stadium, Minggu (11/1).Yang paling aktual, meski sempat mengejar ketinggalan, skuad asuhan Harry Redknapp tetap harus pulang dengan tangan hampa setelah ditundukkan Bolton Wanderers 2-3 (0-1) di Reebok Stadium, Sabtu (31/1) lalu. Walhasil, posisi Spurs sangat mengkhawatirkan. Meskipun masih berada di peringkat ke-14, jumlah perolehan poin yang diraih Jonathan Woodgate dkk hanya terpaut satu angka dari Blackburn Rovers yang berada dalam zona degradasi.
Hasil buruk di kandang lawan empat kali berturut-turut itu tentu saja membuat Redknapp sangat kecewa, bahkan terkesan marah dengan performa anak-anak asuhannya. Betapa tidak, kegagalan Spurs mendulang minimal satu poin di empat laga tersebut pupus ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.“Jika saya memberi tahu Anda betapa marahnya saya melihat hasil buruk tersebut, saya yakin Anda tidak akan percaya,” tegas Redknapp seperti yang dikutip The Independent. Selama ini, memang, Redknapp, 61 tahun, dikenal sebagai sosok manajer yang hangat dan bijaksana. “Sepanjang akhir pekan, saya mencoba membuat diri saya gembira. Sesuatu yang sangat sulit saya lakukan (karena begitu kesalnya dengan kekalahan tersebut),” imbuhnya.

Yang membuat Redknapp dongkol dan jengkel adalah hilangnya satu poin berharga saat Woodgate dkk bertanding melawan The Trotters. Sempat tertinggal dua gol , hasil sundulan bek baru Bolton yang dipinjam dari Zenit St Petersburg, Sebastien Puygrenier dan sepakan striker Kevin Davies, Spurs berhasil bangkit lewat dua gol balasan yang diborong striker cadangan, Darren Bent.Namun, apa yang terjadi? Untuk kali ketiga di laga tersebut, Woodgate dkk gagal mengantisipasi bola-bola atas yang diperagakan anak-anak asuhan Gary Megson. Tiga menit sebelum waktu normal berakhir, gawang Carlo Cudicini kembali jebol oleh sundulan Davies meneruskan umpan lambung dari tendangan sudut Matthew Taylor. Spurs pun kian dekat dengan zona degradasi.
“Saya tidak akan mengatakan jika saya tidak khawatir dengan posisi tim yang kian dekat dengan zona degradasi. Setiap tim yang bertengger di paruh bawah klasemen mempunyai risiko (terancam jerat degradasi) yang sama,” tutur Redknapp yang mengakui jika skuadnya tetap kurang ‘tinggi’ meskipun berhasil mendapatkan amunisi tambahan dalam diri Defoe, winger Wilson Palacios dan si’ anak hilang’ bek Pascal Chimbonda. Buktinya, ya itu tadi, defender Spurs kerap kecolongan mengantisipasi bola-bola atas.

0 komentar:

Geo Clock

Google