
Hasil buruk di tiga laga, menghadapi Fulham, Southend United, dan Manchester United membuat kesabaran manajer Chelsea, Luiz Felipe Scolari habis. Tanpa tedeng aling-aling, Big Phil menunjuk memblenya kinerja sebagian pemain senior sebagai penyebab utama di balik keterpurukan The Blues. Hal itu dikemukakan Scolari sehari sebelum laga replay di ajang FA Cup melawan The Seasiders—julukan Southend, Rabu (14/1) lalu.Salah satu pemain senior yang menjadi sasaran kemarahan Scolari adalah striker asal Pantai Gading, Didier Drogba. Karena itu, meski tanpa mau menyebut nama, Scolari memberikan indikasi mencoret nama Drogba dari skuad Chelsea versus Southend (Baca:
Scolari Coret Drogba).
Gelagat yang akhirnya terbukti ketika Scolari memilih dua striker muda, Franco Di Santo (Argentina) dan Miroslav Stoch (Slovakia). “Itulah pilihanku. Aku tidak punya masalah dengannya (Drogba),” kilah Scolari seperti yang dikutip AFP ketika ditanya tentang alasannya mencoret Drogba. Dalam partai itu, Scolari menurunkan Di Santo di menit ke-76 menggantikan Joe Cole yang mengalami cedera lutut yang membuatnya absen sampai akhir musim.Pencoretan itu pun kian membuka kembali spekulasi penjualan Drogba. Di bursa transfer musim panas lalu, Drogba disebut-sebut bakal mengikuti jejak mantan bosnya, Jose Mourinho, yang bergabung dengan Inter Milan. Terlepas dari susunan tim yang akan ditetapkannya di babak putaran keempat FA Cup menjamu Ipswich Town, Sabtu (24/1) mendatang, Scolari mengakui jika menjual Drogba adalah salah satu opsi yang sedang ditimbangnya saat ini.“Menjualnya (Drogba?) Itu jadi pilihan saya. Namun, saya pikir jika ada klub yang menyodorkan tawaran yang menarik (tinggi), mungkin saja klub bakal menerimanya. Ia (Drogba) tetap berlatih bersama tim dan mungkin ada dalam susunan tim pekan depan. Tapi, sayalah yang bakal memutuskannya,” tegas Scolari seperti yang dikatakannya kepada Setanta.com.Lebih lanjut, Scolari pun tidak akan menutup pintu gerbang bagi para pemainnya yang hendak hengkang dari Stamford Bridge. Scolari berdalih penjualan pemain adalah wewenang klub. “Andaikata ada klub yang menyodorkan tawaran terkait salah seorang pemain, maka keputusannya berada di tangan klub,” ujarnya enteng.
0 komentar:
Posting Komentar