STC Favorit Gantikan AIG

Sejak krisis finansial global mulai merebak, pertengahan September 2008 lalu, Manchester United mendapat kabar buruk. Sponsor utama klub, American International Group (AIG), perusahaan asuransi raksasa Amerika Serikat (AS) yang bermarkas di Kota New York, mengalami kesulitan finansial yang sangat serius.Ketika itu, AIG yang setuju menguras dana sebesar 56,5 juta pound (sekitar Rp 875 miliar) sebagai principal MU selama empat tahun, 2006-2010, diklaim meminta bantuan jangka pendek kepada Federal Reserve Bank. Seiring dengan meluasnya krisis, pada November 2008, pemerintahan George W. Bush setuju menyiapkan dana stimulus sebesar 100 juta pound.
Kondisi tersebut membuat AIG memutuskan tidak akan memperpanjang kontrak sponsornya dengan The Red Devils (Baca: MU Ditinggal Sponsor). Media massa Inggris melansir sejumlah perusahaan raksasa yang bisa jadi menjadi suksesor AIG. Di antaranya, Sahara, perusahaan finansial raksasa di India, Saudi Telecom Company (STC), perusahaan telekomunikasi Saudi Arabia, dan perusahaan di Malaysia dan Korea Selatan.
Seperti yang dilansir The Sun, boleh jadi peluang STC—perusahaan telekomunikasi terbesar di Timur Tengah—lebih besar dibanding kandidat lainnya. Seiring dengan sehatnya keuangan perusahaan—70 persen sahamnya dimiliki pemerintah Saudi Arabia—yang mempunyai revenue sebesar US$ 9,19 miliar atau sekitar Rp 103 triliun (2007), STC punya keuntungan telah menjalin kerjasama dengan MU—sebagai partner resmi komunikasi bergerak—pada Agustus 2008. Kontraknya berdurasi lima tahun dengan nilai 75 juta pound (sekitar Rp 1,1 triliun).The Sun mengklaim menjadi sponsor utama bagi MU merupakan peluang atau kesempatan bagi STC untuk melebarkan sayapnya di seluruh dunia. Konon, STC—mempunyai 40 persen saham Natrindo, provider AXIS— berani mengajukan proposal sponsor utama selama lima tahun dengan nilai 125 juta pound (sekitar Rp 1,93 triliun) atau lebih dari dua kali lipat dibanding jumlah deal kontrak AIG.






0 komentar:
Posting Komentar