Barca Tetap Tak Tergoyahkan

Osasuna harus membayar mahal kelengahan para pemain belakangnya di 10 menit terakhir pertandingan saat menjamu Barcelona di partai terakhir jornada ke-18 yang berlangsung di Estadio Reyno de Navbarra, Minggu (11/1) malam waktu setempat atau Senin (12/1) dinihari WIB.
Dua gol yang dilesakkan Xavi Hernandes dan Lionel Messi membuat keunggulan Los Rojillos buyar. Barcelona akhirnya unggul 3-2 (1-0). Sebelumnya, setelah unggul 1-0 di 45 menit pertama berkat gol Samuel Eto’o, Barca tertinggal ketika dalam interval 10 menit di babak kedua tuan rumah berhasil mencetak dua gol lewat sundulan Miguel Flano dan sontekan Walter Pandiani.
Raihan tiga poin ini membuat anak-anak asuhan Josep Guardiola kian mengukuhkan posisinya di puncak klasemen La Liga. Jarak Barca dengan Real Madrid pun kembali merenggang menjadi 12 poin. Sebaliknya, kekalahan untuk kesembilan kalinya ini kian membenamkan posisi Osasuna di dasar klasemen.Sejatinya, Barca tampaknya akan dengan mudah memenangi pertandingan. Di sepanjang babak pertama, tuan rumah tak dapat berbuat banyak menghadapi pergerakan dinamis Xavi dkk. Dari catatan statistik, tim tamu menguasai 70 persen penguasaan bola. Barca pun sanggup memborbardir gawang Roberto Fernandez dengan 11 kali tembakan. Bandingkan dengan Osasuna yang hanya sanggup sekali melancarkan shoot ke gawang Victor Valdes.Meski demikian, setelah berkali-kali peluang terbuang percuma, termasuk tendangan Messi yang membentur tiang plus tembakan Thierry Henry, Samuel Eto’o, dan Xavi yang belum mampu mencapai sasaran, Barca baru dapat menjebol gawang Roberto ketika pertandingan di babak pertama memasuki menit akhir.
Gol pertama Barca tercipta berkat aksi Messi yang meliuk-liuk di daerah pertahanan Osasuna. Setelah melewati penjagaan Fransisco Punal, Messi menyodorkan bola ke tengah dimana Eto’o berada. Tanpa pikir panjang, striker Timnas Kamerun ini melancarkan tembakan keras dan terarah menuju pojok kanan gawang tanpa mampu dijangkau Roberto. Skor 1-0 bertahan sampai jeda.
Di awal babak kedua, Osasuna mulai ‘bermain’. Apalagi, setelah entrenador Jose Antonio Camacho memasukkan bek Jose Romero dan striker Javier Portillo. Pertandingan mulai berjalan dengan seru dan cukup seimbang. Barca harus membayar mahal dengan terbuangnya dua peluang lewat Seydou Keita dan Henry ketika di menit ke-62 tendangan sudut Portillo berhasil diteruskan Flano lewat sundulannya yang membuat Valdes mati langkah. Skor 1-1.Barca tersentak. Di menit ke-65, dua kali Roberto harus berjibaku menyelamatkan gawangnya dari tendangan Henry dan Messi. Kiprah Henry yang terakhir karena Guardiola menariknya keluar lapangan dan menggantikannya dengan Andres Iniesta. Publik Reyno de Navarra riang gembira ketika di menit ke-72, Pandiani berhasil menjebol gawang Valdes. Gol ini berkat assist Juanfran yang berhasil mengelabui Eric Abidal. 2-1 untuk Osasuna.Guardiola meresponnya dengan memainkan striker muda Bojan Krkic dan menarik Keita. Alhasil, Barca kembali mengurung pertahanan Osasuna. Hasilnya, di menit ke-80, Barca menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tembakan Xavi yang bersarang di pojok kanan gawang Roberto. Gol ini bermula dari kerja sama satu-dua antara Dani Alves dan Messi.Pertandingan berjalan dengan liar. Kedua tim sama-sama ngotot mencari gol ketiga. Di menit ke-83, tendangan Iniesta tipis melambung di atas mistar gawang Roberto. Satu menit kemudian, Messi kembali menjadi pahlawan Barcelona dengan gol spektakulernya yang membungkam publik tuan rumah. Gol ini tak lepas dari keteledoran Nacho Monreal dkk yang memberi ruang bagi Messi untuk melancarkan tembakan. Skor 3-2 bertahan sampai bubaran.Sebelumnya, bertempat di Estadio Olympic de Montjuic, Barcelona, tuan rumah Espanyol berhasil terhindar dari kekalahan saat menjamu Almeria. Setelah tertinggal dua gol yang dicetak striker Almeria asal Nigeria, Kalu Uche, di menit ke-4 dan menit ke-54, Periquitos berhasil mengejar ketertinggalan dan memaksakan hasil imbang 2-2 (0-1).Dua gol balasan Espanyol dicetak gelandang Roman Martinez di menit ke-62 dan tendangan bebas striker Luis Garcia di menit keempat injury time. Meski demikian, raihan satu poin itu belum cukup untuk mendongkrak posisi Periquitos yang tetap tertahan di zona degradasi dengan jumlah 15 poin atau terpaut dua angka dari Recreativo de Huelva.






0 komentar:
Posting Komentar