Translate

Satir Amerika


Sutradara yang dikenal sebagai Hollywood darling sekaligus kesayangan para juri Festival film ini muncul dengan film terbaru “Burn After Reading”.“Burn After Reading” adalah film humor gelap Coen bersaudara yang bercerita tentang “kegilaan” Amerika dengan setting Washington DC. Osbourne Cox (John Malkovich) adalah seorang agen CIA yang dipecat karena kebiasaannya menenggak minuman keras.
Karena dendam dan butuh uang, Osbourne berniat menulis memoar dirinya sebagai agen CIA. Ia pikir, pasti banyak orang yang akan tertarik membaca kisahnya sebagai agen intelijen. Pada saat bersamaan, sang istri Katie Cox (Tilda Swinton) yang bekerja sebagai dokter anak berniat menceraikan Osbourne. Katie selama ini diam-diam berselingkuh dengan Harry Pfarrer (George Clooney), playboy yang bekerja di perusahaan investasi. Pengacara perceraian menyarankan Katie agar menjadi mata-mata dan mencuri seluruh informasi keuangan sang suami. Tanpa sengaja, beberapa informasi soal intelijen juga ikut terambil.Kekonyolan dimulai ketika tanpa sengaja resepsionis kantor pengacara perceraian meninggalkan disk berisi data Osbourne yang dicuri Katie itu di sebuah pusat kebugaran. Disk itulah yang tanpa sengaja ditemukan oleh pegawai kebugaran bernama Chad Feldheimer (Brad Pitt). Chad mengira data itu sebagai dokumen intelijen tingkat tinggi. Bersama kawannya Linda Litzke (Frances Mc. Dormand) yang sedang butuh uang untuk biaya bedah plastik, Chad berniat memeras Osbourne. Dari sanalah kegilaan demi kegilaan dimulai.

Kegilaan Amerika

Tak ada tokoh baik dalam film ini. Semua digambarkan gila, bodoh, idiot, serakah dan maniak. Osbourne Cox (John Malkovich) adalah seorang agen CIA yang punya masalah ketergantungan alkohol. Alumni Cambridge dengan karakter keras dan suka bicara kasar. Saat sang rekan kerja menyebut alasan pemecatan, Osbourne bilang “Kamu Mormon, di dekatmu kami semua kelihatan punya masalah dengan alkohol”.George Clooney bermain sebagai Harry Pfarrer seorang karyawan perusahaan investasi, yang menjalin affair dengan Katie Cox (Tilda Swinton) istri agen CIA Osbourne Cox (John Malkovich). Harry adalah playboy kesepian yang sering ditinggal istrinya yang sibuk bertugas ke luar kota. Harry adalah seorang maniak seks yang sedang mengerjakan sebuah proyek rahasia: kursi goyang dildo. Selingkuh dengan istri agen CIA membuat Harry paranoid karena selalu merasa dibuntuti intel.Chad Feldheimer (Brad Pitt) adalah instruktur di pusat kebugaran. Ganteng, keren dengan tubuh prima tapi tak punya otak. Ketika ditawari memainkan karakter ini, Brad Pitt mengaku tak tahu apakah ia harus merasa tersanjung atau terhina oleh tawaran Coen bersaudara.Humor dalam film ini terasa gelap. Mengejek Amerika yang saat ini sedang “sakit”. Coen memang dikenal suka membuat film dengan latar “krisis” di Amerika. CIA digambarkan sebagai kumpulan orang bodoh yang tak tahu apa-apa. Para tokoh digambarkan punya obsesi pada tubuh yang sempurna. Linda Litzke (Frances McDormand) adalah pegawai Gym yang berniat menemukan kembali dirinya yang hilang dengan cara operasi plastik. Dengan wajah dan tubuhnya yang pas-pasan, Linda merasa tak cukup pantas untuk bekerja di sebuah pusat kebugaran.Tak ada American family value: para tokoh digambarkan munafik, suka selingkuh dan rumah tangganya berantakan. Harry Pfarrer yang berselingkuh dengan Katie Cox di belakang juga menjalin affair dengan Linda Litzke. Sementara sang istri Harry yakni Sandy Pfarrer (Elizabeth Marvel) yang menjadi penulis cerita anak-anak diam-diam di belakang Harry juga berselingkuh.

Kewarasan Amerika

Inilah film yang secara cerdas melihat problem yang dihadapi masyarakat Amerika. Lembaga intelijen yang bobrok, orang-orang yang paranoid, pemujaan terhadap tubuh yang berlebihan, dan keserakahan.Lewat film ini kita melihat Amerika yang gila sekaligus waras. Waras karena film ini membuktikan bahwa masih banyak akal sehat yang selalu bisa mengejek-ejek “ketidakwarasan” orang Amerika. Sutradara seperti Coen bersaudara atau Michael Moore hadir untuk menyampaikan kritik atas Amerika dan masyarakatnya dengan cara cerdas sekaligus jenaka. Konon itulah cara paling ampuh untuk menyampaikan kritik.

0 komentar:

Geo Clock

Google